Warga Nagan Raya Meninggal Dunia Usai Hantam Truk Berhenti

  • Whatsapp

republikaceh.com | Calang – Kecelakaan lalulintas kembali terjadi di jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh, Desa Kuta Tuha, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, depan Kantor Camat Panga, Sabtu malam (20/7/), pukul 19.45 WIB.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto, melalui Kasat Lantas Polres Aceh Jaya, Iptu Iswandi kepada republikaceh.com, Minggu (21/7/) membenarkan adanya peristiwa kecelakaan itu, Sabtu, tengah malam.

“Pengendara sepmor Honda Revo BL 7779 EAB  Rian Toni,28, Mahasiswa, alamat Desa Alue Batak, Kecamatan Teupin Raya, Kabupaten Nagan Raya, meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut,” ujar Wandi.

Dia menerangkan, terjadinya kecelakaan lalulintas itu, mobil barang merek Mitshubhisi Fuso, nomor polisi BK 8462 TM, dikemudikan Samsudin, (45), warga Desa Suak Awe, Kecamatan Pante Cerumen, Kabupaten Aceh Barat, melaju dari arah Meulaboh, menuju arah Calang. Namun sesampainya di Desa Kuta Tuha, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, mobar Mitsubishi Fuso, mengalami pecah pelak ban belakang sebelah kiri, papar Kasat Lantas.

“Sehingga mobar itu terparkir dan berhenti di sebelah kiri jalan, arah Calang. Sedangkan sepmor Honda Revo, BL 7779 EAB, di kendarai Rian Toni melaju dari arah sama, yaitu arah Meulaboh, menuju arah Calang, sehingga  sepmor itu menabrak bagian samping sebelah kanan  mobar tersebut, dan terjadilah lakalantas, jelas Iptu Iswandi.

Selain itu, tambahnya, bagi pengendara jalan yang mengalami rusak kendaraan, pihaknya menegaskan untuk memasang rambu-rambu lalulintas yang jelas, sesuai dengan aturan.

“Pihaknya akan menindak tegas bagi pelanggar yang tidak disiplin dalam aturan berkendaran. Apalagi bila kendaraan itu mogok, rusak dan lain sebagainya,” tegas Iswandi.

Kasat Lantas Polres Aceh Jaya, mehimbau kepada pengguna jalan lebih berhati-hati dalam berkendaraan. 

“Jangan terlena dengan jalanan yang bagus sehingga mengabaikan keselamatan berkemudi ditambah dengan kondisi cuaca saat ini sedang hujan. Harap hati-hati dalam mengemudi,” pesan Iptu Iswandi.

bagi kendaraan rusak di jalan lintas, lanjutnya, jarak pemberitahuan adanya kendaraan mogok atau rusak harus berada pada posisi tigapuluh meter hingga limapuluh meter.

“Bagi pengendara roda empat, diharapkan mempunyai tanda segita pengaman lalulintas di dalam kendaraannya,” tuturnya (Al) 

REKOMENDASI