Pencarian Korban Terseret Arus di Aceh Jaya Terhambat Cuaca Buruk.

  • Whatsapp
Tim BPBK Aceh Jaya di Bantu Tim SAR melaboh sedang mengerahkan boat patroli guna melakukan pencari terhadap korban yang masih di nyatakan hilang akibata terseret arus, Senin, (22/7) (Ist).

republikaceh.com|Calang – Cuaca buruk dan ombak besar menjadi kendala utama dalam proses pencarian korban hilang akibat di seret arus laut saat memancing ikan, Minggu, (21/7/2019) kemarin di Calok Gunung Malem, Dusun Babah Ngom, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya.

“Ini sudah hari kedua prosese pencarian korban hilang akibat diseret arus laut, namun cuaca buruk dan ombak besar menjadi penghambat proses pencarian korban,” kata Kepala Pelaksana BPBK Aceh Jaya Mukhtaruddin melalui Destian Yusirfan, Petugas Pusdalops-PB kepada republikaceh.com, Senin (22/72019).

Namun, lanjut Destian, pihaknya sudah berkoordinasi bersama TNI/Polri, Rapi, Tagana, PSC/Puskesmas Lageun PMI, Kantor SAR Meulaboh, Satgas SAR Aceh Jaya dan Unsur Relawan PB lainnya serta masyarakat setempat untuk terus mencari korban hilang sejak kemarin hinga hari ini.

Selain itu, pihaknya juga sudah mendirikan posko pencarian serta membuka dapur umum di pantai kaki Gunong Malem (lokasi korban hilang).
“Hingga hari ini pihaknya sudah mengerahkan 2 unit rubberboat milik SAR dan BPBK Aceh Jaya serta melakukan penyisiran di sepanjang pantai bersama keluarga dan warga setempat,” pungkas Destian.

Nurri Assirri, Camat Darul Hikmah kepada republikaceh.com menyampaikan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan upaya melakukan pencarian terhadap warganya yang masih di nyatakan hilang.

“sejak kemarin sampai saat ini kami terus melakukan koordinasi dan beberapa staf kami stan bay di lokasi membantu Tim BPBK Aceh Jaya dikarenakan korban adalah suami dari salah satu staf kami,”tutur Nuri. 

Saat ini, lanjutnya, pihak terus melakukan upaya agar korban segera ditemukan dan kami atas nama pemerintah sedang melakukan beberapa langkah upaua lainnya terkait dengan penanganan korban tersebut. 

“Sekarang saya berada di Banda Aceh menghadap tim SAR Provinsi agar bersedia membantu tim SAR Melaboh yang sedang melakukan proses pencarian karena sebagaimana di ketahui, SAR Aceh Jaya masih tunduk ke Melaboh,”terang Nuri.

Sementara itu, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh sudah mengeluarkan peringatan dini dan mewaspadai potensi tinggi gelaombang laut hingga 24 Juli mendatang untuk wilayah Perairan Sabang – Banda Aceh, Utara – Timur Aceh, Barat – Selatan Aceh dan sekitarnya.
BMKG – Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Aceh, memperkirakan tinggi gelombang perairan Aceh saat ini dari 3 hingga 5 meter. 

Wilayah Perairan Sabang – Banda Aceh: tinggi gelombang 1 hingga 4 meter. Wilayah Uatara – Timur Aceh: tinggi gelombang 0,5 hingga 2,5 meter. Wilayah Barat – Selatan Aceh: tinggi gelombang 1,5 hingga 4 meter. Wilayah Selat Malaka bagian Utara: tinggi gelombang 2 hingga 4 meter, dan Wilayah Samudera Hindia Barat Aceh: tinggi gelombang 2 hingga 5 meter. (Al)

REKOMENDASI