Di Aceh Jaya, Warga Olah Kerang Jadi Kerupuk

  • Whatsapp
Kerupuk yang berbahan dasar kerang yang di olah oleh warga Alue Piet Kecamatan Panga, Aceh Jaya yang tergabung dalam kelompok Inong Aceh, Sabtu (3/8) (Ist)

Calang | republikaceh.com – Warga Desa Alu Piet Kecamatan Panga, Aceh Jaya, yang tergabung dalam Kelompok Inong Aceh, binaan Dinas perikanan Aceh Jaya dan Disperindagkop Kabupaten Aceh Jaya mengembangkan Kerupuk yang berbahan dasar dari kerang.

Kerupuk kerang ini mulai dikembangkan sejak tahun 2017 berawal dari banyaknya kerang di Aceh Jaya, dimana selama ini kerang tersebut hanya dimanfaakan untuk masakan berupa sate kerang dan tumis kerang.

“kita memiliki inisfiatif untuk mencoba mengeloh kerang sebagai snack khas dari Aceh Jaya,” tutur Safrina (28) satu diantara pengrajin kerupuk kerang kepada republikaceh.com, Sabtu (3/8).

Menurutnya, proses pembuatan kerupuk kerang hampir sama dengan kerupuk biasa dimana kerang setelah dikupas dan dibersihkan lalu diblender sama bawang putih. Selanjutnya dicampur dengan tepung tapioka sampai menjadi adonan ditambahkan bumbu lalu dikukus sekitar 2 sampai 3 jam.

Kemudian, lanjutnya, didinginkan dan dibekukan dalam kulkas sekitar 2 jam lalu dipotong tipis dan dijemur di dibawah sinar matahari.

Safrina mengaku kendala pembuatannya adalah bahan dasarnya yang mahal juga bergantung kepada keadaan cuaca. Jika cuacanya cerah prosesnya pengeringannya cepat, namun jika mendung akan menghambat penghasilan.

“Untuk 1 kilogram tepung ditambah 3 bambu kerang menghasilkan 1,2 kg kerupuk dengan harga jual perkilo Rp70.000, atau dalam satu kemasan seharga Rp20.000. “Rata-rata perminggu bisa menghasilkan 15 sampai dengan 20 kg, karena tergantung cuaca,” jelasnya.

“pemasaran sekarang hanya sekitar Kabupaten Aceh Jaya karena belum ramai yang tau kerupuk kerang ini dan untuk sekarang juga memasarkan melalui media sosial pribadi atau menjualnya secara online,” Imbuh Safrina. ( 4L )

REKOMENDASI