Bebas Keluar Masuk Rutan Sebagai Napi, Mantan Ketua DPRK Nagan Raya di Ciduk Tim Gabungan

  • Whatsapp
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan, 48, ( tengah)  saat di giring kembali menuju ke Rumah Tahanan (Rutan) Calang Oleh Tim Kejari Aceh Jaya, Selasa (20/8) ( Dok/republikaceh )

Calang | republikaceh.com – Tim gabungan Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, dipimpin Kajari Candra Saptaji, SH, MH, bersama pihak Kejari Nagan Raya, menciduk mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Samsuardi alias Juragan, 48, saat kembali dari Kabupaten Nagan Raya menuju ke Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Calang, di jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh, Desa Keude Krueng Sabee, Aceh Jaya, Selasa (20/8/2019).

“kita sudah lama menerima informasi jika dia ( Jurangan) berada diluar tahanan Namun masih mengumpulkan bukti untuk menangkap langsung keberadaan Juragan yang berada diluar tahanan,” tutur Kejari Aceh Jaya, Candra Saptaji melalui Yudi Saputra SH,Kasi Tindak Pidana Khusus saat memberikan keterangan kepada awak media.

BACA JUGA

Tepat hari ini, lanjutnya, Tim gabungan, Kejaksaan Negeri Aceh Jaya dan Kejari Nagan Raya, berjumlah 10 orang menciduk Juragan alias Samsuardi saat mengendarai Mobil Toyota Harrier warna hitam, BL 551 FY. 

“Saat ditangkap, Juragan mengaku dari Nagan Raya baru pulang berobat,” sebut Yudi.

Selain itu, tambahnya, saat ditangkap ia keluar Lapas seorang diri. Saat ini statusnya masih didalami kerterlibatannya dalam dugaan kasus suap menyuap.

“Dalam kejadian ini, tidak menutup kemungkinan kami akan berkordinasi dengan pihak Kepolisian terkait dugaan pelanggaran Pasal pidana umum 426, ayat 1 KUHP,” ungkap Yudhi. 

Terkait adanya dugaan suap, terang Yudi, pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

“Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, salah satunya Kalapas Calang, dan akan kita panggil lagi,” sebutnya

Sementara, Katimin, Kepala Lapas Rutan Calang saat di konfirmasi kepada awak media menyampaikan jika dirinya tidak mengetahui perihal penangkapan mantan Ketua DPRK Nagan Raya oleh pihak Tim Kejaksaan pagi tadi sekira pukul 10.30 WIB di jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh, Desa Keude Krueng Sabee tersebut

Katimin menjelaskan, saat 17 Agustus kemarin sama-sama kita melihat Narapidana Juragan, berada di dalam lapas. Kemudian, saat habis kegiatan tersebut saya izin, karena besoknya hari Minggu.

“Lalu, dibelakang saya, terjadilah hal ini. Saya tidak mengijinkan hal itu. Petugas kita pun tidak tahu terkait hal itu. Menurutnya, yang diketahui petugasnya, dia hanya disekitaran lapas saja,” tutur Katimin.

Saat di tanyakan adanya informasi terkait adanya Napi berkeliaran dan tidur di rumahnya, Kalapas Katimin membantah keras jika Itu salah informasi diterima.

“Mana mungkin dia tidur dirumah saya. Tetapi, Katimin mengakui, disamping rumah saya, ada anggota saya, diketahui sebagai saudaranya, orang dari kampung dia,” beber Katimin.

Katimin menambahkan, terkait adanya informasi diterima wartawan bahwa Narapidana itu tidak berada di dalam, bukan hanya dia saja namun banyak Narapidana yang keluar namun ada mekanisme dan aturannya.

“Napi tertentu juga ada yang keluar masuk. Akan tapi sesuai dengan aturan dan kebijaksanaan. Gegara kejadian penangkapan tadi, itu diluar sepengetahuannya,” tutur Katimin. (Red)

REKOMENDASI