Aliansi Mahasiswa Barsela Aceh Peduli STAIN Tanggapi Pernyataan DEMA

  • Whatsapp
Fathur Rizqi ( kiri ) Ketua dan Khairun Nas (Kanan) Sekretaris Aliansi Mahasiswa Barat Selatan Aceh Peduli STAIN, Minggu, (1/9) (Dok/Ist)

Meulaboh | republikaceh.com – Aliansi Mahasiswa Barat Selatan Aceh Peduli STAIN, menanggapi penyataan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Kampus tersebut terkait adanya desakan mundur terhadap Ketua STAIN bila tidak mampu membawa mahasiswa kuliah di Kampus Baru.

“kita sangat menyayangkan adanya penyataan demikian yang di lontarkan oleh Ketua DEMA STAIN seperti ditayangkan pada salah satu media online,” tutur Fathur Rizqi, Ketua Aliansi Mahasiswa Barat Selatan aceh Peduli STAIN kepada republikaceh.com, Minggu (1/9)

BACA JUGA

Menurutnya, Solusi yang diberikan oleh Pemda terhadap permasalahan yang sedang di alami oleh STAIN Teungku Dirundeng Melaboh merupakan bentuk kepedulian akan kelancaran aktifitas perkuliahan dan peningkatan pendidikan yang ada di Aceh Barat.

“Seharusnya, Pihak DEMA membangun konsolidasi, mencari dan menawarkan solusi bukan menambah masalah,”ujar Fathur.

Dalam hal ini, paparnya, kita Patut apresiasi terhadap langkah yang di lakukan oleh Pemda Aceh Barat dengan menyewa gedung sementara untuk keberlangsungan aktifitas mahasiswa STAIN Melaboh.

“Bahkan kita harus menghargai pemerintah dalam hal ini sedang berupaya menyelesaikan permaslahan sengketa tersebut,” lanjutnya. 

kita, tuturnya, juga sepakat dan sependapat jika mahasiswa STAIN Teungku Dirondeng Melaboh harus bisa menduduki gedung baru pada tgl 12 September 2019 mendatang.

namun, tanya Fathur, jika diganti atau mundur ketua STAIN sekarang dan terpilih kembali ketua baru, apakah ada jaminan di tgl 12 september 2019 mendatang bisa membawa seluruh mahasiswa ke kampus baru tersebut? Jika itu tdak berhasil apakah siap diturunkan kembali?

“Saat ini yang lebih tepat adalah, bagaimana membangun konsolidasi dan komunikasi persuasif agar permasalahan ini segera terselesai,” pungkas Fathur.

Disisi lain, Khairun Nas, Sekretaris Aliansi tersebut juga menyampaikan, perlu diketahui bahwa STAIN Teuku Dirondeng Melaboh hanya menerima hibah dari Pemda Aceh Barat, sedangkan lahan masih dalam sengketa.

“kita harus memahami situasi yang sedang di tempuh oleh pemerintah untuk penyelesaian perkara ini di pengadilan Negeri Meulaboh,” ujarnya. 

Sementara, lanjutnya, Ketua STAIN bukan pengambil kebijakan dan keputusan tentang lahan tersebut. Setelah diputuskan oleh pengadilan maka ketua STAIN Teugku Dirondeng Melaboh baru bisa mengambil sikap dan disini yang terjadi adalah sengketa lahan bukan sengketa jabatan ketua.

Menurutnya, siapapun Ketua STAIN Teungku Dirondeng Melaboh pasti juga mengikuti proses persidangan sengketa di Pengadilan Negeri Meulaboh.

Saran Kami, lanjutnya, dalam menyampaikan pendapat hendaklah menghindari ide-ide yang dapat mengiring opini publik yang dapat menyebabkan kondisi kampus yang tidak kondusif.

“jika kita memang peduli terhadap kampus, mari sama-sama kita beraudiensi dengan pihak Eksekutif, legislative dan yudikatif terhadap perkara tersebut,” ujarnya. (FT/Red)

REKOMENDASI