Gandeng PT Haldin Pasific Bukti Keseriusan Pemeritah Aceh Jaya Kembangkan Nilam

  • Whatsapp
Chief Operating Officer PT Haldin Pacific, Snowerdi Sumardi (kana) di besama dengan Atsiri Research Center Unsyiah, Dr Syaifullah Muhammad ST. M.Eng saat di wawancarai awak media di Pendapa Bupati Aceh Jaya, Kamis, (5/9) (Dok/republikaceh)

Calang | republikaceh.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bekerjasama dengan Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mulai menggandeng PT Haldin Pacific Semesta sebagai of taker (pembeli) dan pemodal awal dalam mengembangkan nilam di daerah tersebut.

 “pengembangan inovasi nilam merupakan salah satu program yang digagas secara nasional oleh Kementerian Ristek Dikti,” tutur Ketua ARC Unsyiah, Dr Syaifullah Muhammad ST. M.Eng kepada republikaceh.com, Kamis (5/9) di Calang.

BACA JUGA

Dari 2017 dulu, lanjutnya, program ini sudah kita programkan dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat, dan program ini kita lakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, salah satu perusahaan swasta nasional saat ini adalah PT Haldin sebuah perusahaan yang cukup bereputasi di Indonesia yang bergerak bidang komoditi unggulan di Indonesia. Pemilihan Aceh Jaya selain kualitas nilamnya yang sangat baik, Pemerintah kabupaten setempat juga sudah menetapkan nilam sebagai salah satu komoditi unggulan daerah.

“Karena itu kita memilih Aceh Jaya sebagai salah satu daerah percontohan untuk pengembangan klaster inovasi nilam. Hari ini kita ajak PT Haldin untuk dapat turun langsung ke lapangan yang nantinya sebagai pembeli minyak nilam,” paparnya.

Saat dikonfirmasi republikaceh.com, Snowerdi Sumardi, Chief Operating Officer PT Haldin Pacific Semesta menjelaskan, PT Haldin selain sebagai pembeli nantinya juga akan menjadi pemodal awal, karena suatu projeck itu agak susah menggelindingnya bila tidak ada pemodal.

“Tujuan utama kita bisa menyentuh petani nilam dan bisa mendidik masyarakat agar nilam itu bisa menjadi produk andalan, punya daya saing tinggi baik nasional maupun internasional,” tuturnya.

Ia menjelaskan, salah satu poin yang dipilih oleh Kemenristek Dikti, karena PT Haldin ini adalah pemain akhir dari mata rantai penjualan nilam.

“Dengan langsung mencapai Haldin tentunya ada kerjasama kita punya batasan atas dan batasan bawah sehingga tidak ada yang dirugikan, dari hitungan kita batas bawah minimal harganya Rp500 ribu dan tidak akan dibawah itu, sedangkan batasan atas nanti kita ikuti harga pasar,” ungkapnya.   

Sementara itu, Bupati Aceh Jaya T Irfan Tb menyampaikan pemerintah daerah mendukung penuh terkait pengembangan klaster inovasi nilam ini.

“Untuk pengembangan awal ini akan kita kembangkan sekitar 40 hektare, sementara untuk kawasan sudah kita siapkan,” ujarnya.

Irfan TB kembali menuturkan, Pihaknya berharap kepada pihak unsyiah untuk terus berusaha mendatangkan para investor ke Aceh Jaya untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan juga Pihak PT Haldin untuk dapat mendukung pembuatan ketel penyulingan dan itu tidak menjadi permasalahan untuk kita dan kita siap menyediakan itu.

“seluruh masyarakat akan dilibatkan nantinya dalam program ini, karena nantinya para petani nilam yang masuk dalam PT Haldin ini akan memakai pupuk organik nantinya,” papar Irfan. (Red).

REKOMENDASI