Mantan Kasat Lantas Cantik Ini Penerima Anugerah Insan Pendidikan Aceh Besar

  • Whatsapp
Kapolsek Ulee Kareng, AKP Vifa Febriana Sari, Sabtu (7/9) (Dok/Ist)

Janthoe | republikaceh.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, menggelar malam Anugerah Insan Pendidikan tahun 2019, di Aula SMK Al Mubarkeya, Sabtu, (7/9), malam.

Pengamatan media di malam Penganugerahan Insan Pendidikan itu, Pemkab Aceh Besar, menobatkan sejumlah tokoh yang dinilai peduli dan telah berkontribusi memajukan pendidikan.

BACA JUGA

Salah satu tokoh tersebut, yaitu Kapolsek Ulee Kareng, AKP Vifa Febriana Sari, yang mendapatkan Anugerah Insan Pendidikan, saat menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Aceh Besar.

Dengan pemberian anugerah itu, hal ini membuktikan sosok AKP Vifa, masih diperlukan oleh Pemkab Aceh Besar, dalam kinerjanya guna memajukan pendidikan keselamatan berlalu lintas. Yang saat ini Vifa, sudah pindah tugas ke Polresta Banda Aceh.

Informasi diterima, pemberian anugerah itu, para Insan pendidikan dinilai telah berkontribusi dalam dukungan anggaran program pendidikan, pendidikan keselamatan berlalu lintas, pendidikan karakter dan pengembangan PAUD.

Dalam penyerahan anugerah penghargaan kepada insan pendidikan ini diberikan langsung Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali kepada AKP Vifa Febriana Sari, sebelumnya sempat menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Langsa tersebut.

Vifa mengatakan, meskipun dirinya tak lagi menjabat sebagai Kasat Lantas, ia tetap akan memajukan pendidikan keselamatan berlalu lintas.

“Saya akan berkontribusi pengetahuan yang saya miliki untuk memberikan wawasan pendidikan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, terutama bagi anak-anak PAUD atau TK serta para kaula muda,” imbuhnya.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali usai acara mengatakan, penghargaan yang diberikan ini bukan untuk menyenangkan hati.

“Namun sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas komitmen yang terus menerus memajukan program pendidikan Aceh besar, serta komitmen dan dukungan dalam memajukan pendidikan, itu sangat penting untuk diberikan apresiasi,” papar Mawardi.

Ia juga mengatakan, tujuan dari Sistem Pendidikan Terpadu yang diterapkan di Kabupaten Aceh Besar ini, bukan hanya untuk transfer knowledge. Tetapi juga untuk melahirkan masyarakat yang memiliki karakter, akhlak serta budi pekerti yang mulia, tambah Bupati Aceh Besar.

Mawardi juga mengajak para kepala sekolah dan Guru untuk meningkatkan tata kelola pendidikan, profesionalitas dan pemanfaatan digital secara baik dan maksimal. “Hal ini penting untuk menghadapi tantangan revolusi Industri 4.0,” pintanya.

Sementara, Kadisdikbud Aceh Besar, Silahuddin dalam sambutan menambahkan, dalam mengelola pendidikan harus kita pikul bersama-sama.

Seberat apapun beban kalau dilakukan bersama dan dukungan semua stakeholders akan terasa ringan dan mudah, kata Silahuddin.

“Seperti kegiatan di malam ini, serta kegiatan-kegiatan sebelumnya dalam menyambut dan memeriahkan Hardikda, merupakan bukti nyata kerjasama yang baik, pemkab, para kepala sekolah dan semua pihak yang sudah berkontribusi aktif sehingga sukses acaranya,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan digelar ini merupakan yang perdana. Semoga kedepan bisa berlanjut dan lebih baik lagi,” harap Kadisdikbud Aceh Besar, Silahuddin.

Malam apresiasi Anugerah Insan Pendidikan itu dihadiri ratusan lebih para guru yang turut memberikan anugerah apresiasi kepada sekolah-sekolah terbaik, seperti kategori gugus sekolah dasar berprestasi, sub rayon berprestasi, sekolah pelaksana terbaik (SPT).

Kemudian ada sekolah sehat, gebyar Ramadhan, operator terbaik, guru olahraga terbaik, dan tim penggerak literasi, serta sekolah SPT yang telah mencetak buku karya siswanya.

Selain itu, AKP Vifa, dab sejumlah tokoh lain yang dinobatkan dalam penganugerahan Insan Pendidikan tersebut, merupakan tokoh peduli dan telah berkontribusi memajukan pendidikan di Aceh Besar. Seperti mantan Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman, Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayie Satria, Dandim 0101 BS, Hasandi Lubis, Danlanud SIM, Kolonel Pnb Hendro Arief H, Kajari, Mardani serta Bunda PAUD Aceh Besar, Rahmah Abdullah. (AF/Red)

REKOMENDASI