Diduga Ada Yang Halangi, Proyek Lanjutan di Aceh Selatan Dihentikan

  • Whatsapp
Ketua Bedah Forum Desa Nasional, T. Sukandi, Jum’at (6/9) (Dok/Ist).

Diduga Ada Yang Halangi, Proyek Lanjutan Di Aceh Selatan Dihentikan

Tapaktuan | republikaceh.com – Puluhan masyarakat, yaitu geuchik, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda Desa Buloh Seuma, datangi Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, menanyakan pasal berhentinya satu pekerjaan lanjutan Dinas PUPR provinsi, di ruang rapat Setdakab, Jum’at lalu (6/9).

BACA JUGA

Sekitar 20 orang masyarakat hadir dalam pertemuan itu. Mewakili unsur pemkab dihadiri Sekda, didampingi Asisten II Staf Ahli Bidang Pembangunan bersama Kabag Pembangunan.

Pertemuan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, masyarakat Buloh Seuma tersebut mempertanyakan proyek pekerjaan jalan Trumon-Buloh Seuma, hingga ke Kuala Baru, yang diterima dan terpantau warga, pekerjaan itu tidak dapat dilanjutkan. Diduga ada pihak yang sengaja mehalang-halangi pembangunan lanjutan itu sejak bulan Mei 2019.

Ketua Bedah Forum Desa Nasional, T. Sukandi, kepada media ini membenarkan informasi itu. Tentang dimulainya pembangunan jalan itu, untuk papan informasi pekerjaan sudah diperpanjang, alat berat sebagai pendukung pekerjaan juga sudah didatangkan. Namun, pada posisi sekarang ini papan plang pekerjaan tersebut sudah dicabut.

Semua alat berat di lokasi sudah diangkut kembali oleh rekanan pekerjaan. Pasalnya, menurut Sukandi, hal itu disebabkan adanya intimidasi dilakukan oknum oleh kontraktor lama.

“Alasannya, bila tidak membayar ganti rugi sejumlah Rp12 milyar kepada rekanan lama, maka pekerjaan itu tidak boleh dilanjutkan,” beber T. Sukandi, Selasa petang (10/9/2019).

Dikatakan Sukandi, oknum rekanan lama yaitu, diduga oknum kontrakror lokal yang berusaha sengaja menghalang-halangi paket proyek pekerjaan lanjutan dari provinsi, yaitu pembangunan lanjutan jalan penghubung Trumon-Buloh Seuma di kabuaten ini, pungkasnya.

Sebelumnya, pada Jum’at kemarin, 20 orang masyarakat, geuchik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda Desa Buloh Seuma, datangi Kantor Setdakab Aceh Selatan menanyakan dan menyampaikan perihal tersebut.

Usaha menghalang-halangi itu sudah terjadi sejak bulan Mei 2019. Pihak pemenang proyek sebenarnya telah memasang papan infoemasi kegiatan, pertanda dimulainya pekerjaan jalan tersebut, terang Sukandi.

T. Sukandi meminta adanya atensi khusus dari pihak Polda Aceh untuk turut serta mengamankan proyek tersebut, harap Ketua Bedah Forum Desa Nasional.

Sekda Aceh Selatan, Nasjuddin, saat dihubungi media ini, kedatangan masyarakat maksud menyampaikan pekerjaan itu, yang terlihat akan dilanjutkan namun mengapa tiba-tiba bahan-bahan yang sudah berada di lokasi ditarik kembali. Masyarakat menanyakan kejelasan itu, apa permasalahannya, ujarnya terpisah, Selasa sore.

Hasil konfirmasi yang saya lakukan ke Dinas PUPR Provinsi mengatakan, ada upaya-upaya pihak-pihak tertentu dalam menghalangi pekerjaan itu, tutur sekda.

Untuk pekerjaan itu, sementara dihentikan dulu. Pihak pemkab saat ini sedang mencari solusi menyelesaikan masalah tersebut. Tentang siapa oknum rekanan yang menghalang-halangi pekerjaan tersebut, Nasjuddin enggan menjelaskannya. Kemungkinan, orang yang mengerjakan pekerjaan awal, katanya.

Selain itu, saat bertemu Kepala Dinas PUPR, Bapak Fajri, pihak Pemkab Aceh Selatan berharap pekerjaan itu dapat dilanjutkan kembali dan dapat ditempuh dengan cara-cara persuasif. Akan tetapi bila hal itu tidak bisa, akan kita pulangkan kepada ranah mereka, provisi. Jalur apa yang digunakan nantinya, itu hak mereka, tutup Nasjudin, Sekda Aceh Selatan.(Vid/Red)

REKOMENDASI