BERORGANISASI, UNTUK APA?

  • Whatsapp
Aulia Prasetya (Dok/Ist)

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.

Mau jadi Mahasiswa kupu-kupu atau Mahasiwa kura-kura?

Kupu-kupu adalah istilah bagi mahasiswa yang kegiatan sehari-harinya hanyalah kuliah pulang-kuliah pulang. Sedangkan kura-kura diperuntukkan bagi mereka yang kuliah rapat-kuliah rapat.  Mau memilih yang mana merupakan hak asasi setiap individu, yang pasti setiap pilihan entah benar atau salah memiliki konsekuensi masing-masing.

Benar jika dikatakan bahwa tujuan utama dari kuliah adalah belajar. Benar jika nilai akademik sangat penting. Namun realitanya hanya sekitar 30% ilmu diperoleh di bangku perkuliahan. Karenanya, penting mengikuti kegiatan di luar perkuliahan agar dapat menambah ilmu serta wawasan.

Kebanyakan mahasiswa tidak menyadari ada hal lain yang sama penting dengan kemampuan akademik, yaitu bagaimana cara berhubungan dengan orang lain dalam lingkungan masyarakat.

Di atas kertas Transkip Nilai boleh tertulis “A” tetapi apakah “A” itu juga bisa diterapkan dalam lingkungan masyarakat?

 Cara berhubungan dengan masyarakat dapat diperoleh dengan berorganisasi baik yang sifatnya internal kampus maupun eksternal.

Dalam berorganisasi, kita bisa mengenal dunia kampus lebih luas. Misalnya saja kita adalah seorang mahasiswa yang tidak terbiasa dengan pidato ataupun sering gugup ketika berbicara di depan orang ramai, dengan berorganisasi kita akan dibina untuk hal itu. Setidaknya, keluar dari organisasi tersebut kita mampu untuk berbicara secara terbuka di depan orang banyak.

Aspek utama yang harus kita miliki dalam berorganisasi yaitu mental. Jika kita sudah punya mental untuk berlabuh pada sebuah organisasi, maka akan mudah bagi kita untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah itu barulah kita melaksanakan pembinaan dalam organisasi tersebut dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berorganisasi, jangankan untuk berbicara di depan orang ramai, berdiskusi dengan ruang lingkup yang kecilpun tidak sanggup rasanya untuk berpendapat.

Betapa pentingnya organisasi tidak mampu kita ukur secara formal, namun bisa kita rasakan dengan perasaan.

Dahulunya kita hanyalah seorang yang pendiam dan jarang bergaul, setelah mencoba untuk berorganisasi maka kita bisa untuk mengeluarkan pendapat dan berbicara dengan tenang. Kita tidak lagi merasakan gugup atau gemetar melihat kumpulan orang yang akan mendengar apa yang akan kita ucapkan.

Selain itu manfaat organisasi itu juga adalah diantaranya untuk networking (memperluas jaringan), mengasah kemampuan softskill, kecerdasan sosial, manajemen mutu, manajemen konflik, kepemimpinan, manajemen waktu dan mengasah diri sendiri untuk berpikir kritis, serta untuk mengembangkan bakat dan minat .

Organisasi di universitas Serambi Mekkah tentu jumlahnya sangat banyak. Di fakultas ada, di jurusan pun ada. Namun secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 yaitu UKK Yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HM) , Palang Merah Indonesia (PMI), Pramuka, Hipmi PT dan UKM Yaitu Mapala SMaK, Teater Home dan Lembaga Dakwa Kampus (LDK)

Dari organisasi akan banyak manfaat dan pengalaman yang diraih didalamnya. Selain itu, ikuti kegiatan yang ada sebagai jembatan untuk masalah kuliah. Ikuti tahap demi tahap dengan baik dan lakukan dengan niat dan senang hati sehingga manfaat organisasi akan terasa kelak dikemudian hari.

“IPK yang tinggi itu hanya mengantarkan sampai meja wawancara namun sukses pascawawancara ditentukan oleh pengalaman organisasi dimana kita menjalankan banyak peran dan relasi,” Anies Baswedan.

Salam pegerakan, Salam perubahan moga bermanfaat untuk kita.

Penulis

Aulia Prasetya

Gubernur FKIP Universitas Serambi Makah

REKOMENDASI