Briptu Dodi Irawan di Pemberhentikan dengan Tidak Dengan Hormat

  • Whatsapp
Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto memimpin jalannya upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) secara In absensia atas nama Briptu Dodi Irawan, Rabu, (18/9/2019) (Foto/Humas Polres Aceh Jaya).

Calang | republikaceh.com – Polres Aceh Jaya menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) secara In absensia atas nama Briptu Dodi Irawan Nrp. 85070685.

Upacara pemberhentian tidak hormat secara in absensia (tidak hadir personilnya) itu dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Jaya AKBP Eko Purwanto yang diikuti oleh Wakapolres, Para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek Jajaran, Pama, Bati, serta para personil lainnya di Lapangan Apel Mapolres setempat, Rabu (18/9).

BACA JUGA

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto kepada waspadaaceh.com mengungkapkan jika upacara PTDH ini dilakukan berdasarkan Keputusan (Kep) Kepala Kepolisian Daerah Aceh Nomor : Kep/237/VIII/2019 tanggal 09 Agustus 2019, Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Dinas Kepolisian kepada 1 Personil Kepolisian Resor Aceh Jaya atas nama Briptu Dodi Irawan.

Dimana yang bersangkutan telah meninggalakn tugas secara tidak sah dan lebih dari 30 hari (Disersi) melanggar pasal 14 Ayat (1) huruf a, PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

AKBP Eko juga menyampaikan sebagaimana pada saat ini kita telah bersama-sama melaksanakan upacara penanggalan atribut polri / PTDH terhadap rekan kita saudara Dodi Irawan, setelah mekanisme PTDH di lingkungan Polri dilaksanakan sebagaimana diatur dalam pasal 11 huruf (a) dan pasal 12 ayat 1 huruf (a) pp ri nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota polri dan pasal 5 huruf (a), pasal 15 serta Peraturan Kapolri Nomor 17 tahun 2006 tentang kode etik profesi Polri.

Selain itu, Upacara hari ini juga menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua agar tidak terjadi pada diri kita sendiri. 

“Kepada saudara Dodi Irawan, apa yang terjadi pada saat ini adalah merupakan hasil buah dari perbuatan yang telah dilakukan selama ini. saya selaku Kapolres juga merasa prihatin, dimana dengan sangat berat hati untuk melakukan pilihan yang sangat berat dan pilihan terakhir tetapi memang harus dilakukan,’’ kata Eko Purwanto.

Lanjut AKBP Eko menyampaikan kepada saudara Dodi Irawan, janganlah merasa sakit hati, dendam dan marah kepada siapapun juga atau institusi kepolisian, tapi dijadikan pembelajaran agar ke depan setelah tidak lagi menjadi anggota polri dan hidup di tengah-tengah masyarakat menjadi lebih baik.

“Kami berharap setelah keluar dari Institusi Kepolisian masih banyak propesi yang bisa saudara geluti atau saudara lakukan, dimana saudara masih muda dan masih ada kesempatan menuju masa depan yang lebih baik dan tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan baik,” ucapnya.

Kepada peserta upacara yang saya hormati, hal ini pula merupakan pembelajaran bagi kita semua, agar kita senantiasa tetap bekerja dengan lebih baik, karena tidak menutup kemungkinan hal ini bisa saja terjadi kepada diri kita,” pungkas AKBP Eko Purwanto. (Ril/Red)

REKOMENDASI