Ungkapan Terakhir di Hari Sumpah Janji DPRA Baru

  • Whatsapp
Azhari Cagee (Dok/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.com – Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee melayangkan Instupsi dan berbicara terakhir dalam Rapat Paripurna Peresmian Perbehentian Anggota DPR Aceh Masa Jabatan 2019-2024 di Ruang Sidang Gedung Utama DPRA, Senin, (30/9).

Mantan GAM tersebut mengakhiri masa tugasnya sebagai anggota DPRA Periode 2014 – 2019 dari Fraksi Partai Aceh (PA) pada hari ini bersama dengan Pelantikan Anggota Dewan baru terpilih. 

BACA JUGA

Dalam rapat tersebut dirinya memaparkan jika DPRA periode 2014 – 2019 telah mengesahkan sebanyak 50 qanun Aceh yang akan dijalankan kedepan.

“Baru saja kita mendegarkan bahwa dalam periode ini kita telah mengesahkan 50 qanun Aceh untuk dijalankan kedepan. Tentunya, setiap qanun yang telah disahkan harus diperlakukan sama,” tutur Azahri. 

“Di antara semua qanun yang telah kami sah kan, ada satu qanun yang hingga kini belum ada kejelasan padahal kita sudah mengesahkannya yaitu Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh,” kata Azhari Cagee.

Azhari Cagee menegaskan jika selama ini dirinya bersama anggota lain terus memperjuangkan tentang kekhususan Aceh

“perlu kami sampaikan jika selama ini kami terus memperjuangkan semua kekhususan Aceh, salah satunya qanun bendera,”ungkapnya. 

Namun, qanun itu masih saja tidak disetujui oleh pusat. Bahkan, pusat secara diam-diam mengirim surat pembatalan pada 2016 lalu dan baru muncul surat itu belum lama ini.

“Kami juga sudah mengonfirmasi ke Mendagri tapi mereka tidak bisa menunjukkan bukti fisik dan administrasi bahwa surat itu sudah dikirim ke Aceh,” katanya.

Azhari mendesak segenap pemangku kebijakan di Aceh dan pimpinan serta anggota baru DPRA untuk memperjuangkan kekhususan Aceh tersebut.

“Saya meminta kepada Wali Nanggroe, Plt Gubernur Aceh, Muzakir Manaf selaku ketua KPA agar masalah qanun bendera dalam bab ini benar-benar dituntaskan agar tidak ada khilafiah dikemudian hari dan tidak ada korban berikutnya yang menyangkut dengan pemasalah bendera dan lambang cukup diri saya yang menjadi noda hitam dihari perdamaian,” ungkapnya. 

“Rekan-rekan yang baru, kami titipkan dan mohon teruskan perjuangan ini dan izin kami krmbali kerakyat,”tutupnya (Redaksi)

REKOMENDASI