Bupati Akmal: Abdya Harus Menjadi Daerah Mandiri Benih

  • Whatsapp
Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim,SH pada acara tanam perdana uji multilokasi perbaikan padi varietas lokal Sigupai di Gampong Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil, Selasa (1/10) (Dok/Mustafa)

“Salah satu dari upaya itu adalah melahirkan atau menghasilkan varietas unggul berumur genjah atau pendek seperti  Galur S 15 yang umurnya 80 hari”

Blangpidie | republikaceh.com – Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim,SH pada acara tanam perdana uji multilokasi perbaikan padi varietas lokal Sigupai di Gampong Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil, Selasa (1/10) menegaskan kepeduliannya terhadap sektor pertanian.

Hal itu sangat beralasan. Sebab, 80 persen rakyat yang dipimpinnya saat ini menggantungkan hidup dari bercocok tanam jenis tanaman padi. Langkah Ini merupakan salah satu upaya mendukung swasembada pangan melalui peningkatan penanaman padi di areal persawahan dengan menyiapkan bibit padi secara mandiri, tanpa tergantung suplai dari daerah lain.

Dalam kesempatan itu, Bupati Abdya Akmal Ibrahim mengatakan, Pemkab Abdya telah berkontribusi nyata dalam mendukung program-pogram pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Hal itu dibuktikan dengan berbagai upaya pengembangan perbenihan dengan melakukan kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Fakultas Pertanian Unsyiah, IPB Bogor, serta Pihak Swasta yang mau berinvestasi di Kabupaten Abdya.

“Pemerintah kabupaten Abdya terus berkomitmen melalui Dinas Pertanian dan Pangan untuk menjadikan Kabupaten Abdya sebagai daerah mandiri benih, dan akan menjadi sumber benih yang bisa bekerja sama untuk memproduksi benih varietas-varietas unggul yang bersertifikat,” ungkap Akmal.

Menurut Akmal, Peluang peningkatan produksi padi melalui pengembangan tanaman padi lokal sangat besar, guna memenuhi kebutuhan beras yang terus meningkat.

“Dengan menerapkan komponen varietas lokal yang sesuai, diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi oleh petani, sehingga mempercepat kenaikan hasil dan pendapatan petani,” katanya.

Akmal menjelaskan, Kabupaten Abdya merupakan salah satu daerah lumbung pangan Provinsi Aceh yang letaknya sangat srategis, dengan potensi sumber daya lahan sawah mencapai 10.268 hektare.

Dengan potensi tersebut, katanya, saat ini pemerintah kabupaten sedang berupaya memaksimalkan produksi padi dengan mencanangkan dan mengupayakan pencapaian Indeks Penanaman 300 atau 3 kali tanam pada musim tanam 2019/2020.

“Salah satu dari upaya itu adalah melahirkan atau menghasilkan varietas unggul berumur genjah atau pendek seperti  Galur S 15 yang umurnya 80 hari,” paparnya

Di samping itu, tambahnya, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Abdya mempunyai varietas lokal asli yang kita kenal dengan nama Sigupai yang juga menjadi julukan kabupaten kita saat ini,” sebutnya.

Meskipun menjadi identitas kabupaten, sambungnya, varietas ini sudah lama ditinggalkan oleh petani akibat masa panennya yang begitu lama hingga mencapai enam bulan.

Untuk diketahui,acara tanam perdana tersebut dihadiri Bupati Abdya, Akmal Ibrahim, Forkopimkab Abdya, para kepala SKPK, para asisten Setdakab Abdya, para camat, para Koordinator Penyuluh, mantri tani beserta penyuluh lapangan, unsur Muspika Kecamatan Lembah Sabil dan Manggeng, para kuejruen chik, ketua kelompok tani, dan tamu undangan lainnya. (Mustafa) 

REKOMENDASI