Pemuda Asal Toba Masuk Islam di Mesjid Agung Abdya

  • Whatsapp
Edi Manurung saat mengikuti proses pensyahadatan di Mesjid Agung Desa Seunaloh Kecamatan Blangpidie, Jum’at (4/10) (Dok/Mustafa)

Blangpidie | republikaceh.com – Edi Manurung (22) pemuda asal Desa Parapat Kecamatan Lumban Julu Kabupaten Toba Samosir Provinsi Sumatra Utara, memeluk Islam, Jum’at malam (4/10) sekira pukul 21:30 WIB di Masjid Agung Islamic Senter Abdya .

Edi Manurung yang sebelumnya menganut agama kristen kini diganti dengan nama Ismail. Dia bekerja sebagai kuli bangunan di Mesjid Agung Desa Seunaloh Kecamatan Blangpidie yang ditargetkan siap digunakan dalam tahun ini.

BACA JUGA

Edi resmi memeluk Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat di tuntun oleh Tgk. Azhar Hasan, pimpinan dayah Seunaloh yang didampingi Keuchik Seunaloh serta disaksikan puluhan warga serta Kontraktor Abdya Syahrial yang hadir ikut menjadi saksi proses pensyahadatan tersebut.

“Sudah dari dulu niat saya ingin masuk Islam, sejak bekerja disini. Mamak saya sudah meninggal, sementara ayah nikah lagi. Saya nggak balik lagi ke orang tua saya, jikapun saya balik, mereka (orang tuanya) pasti tidak menerima lagi saya dan saya masuk Islam juga tidak saya beri tau pada ayah,”katanya Ismail usai mengucap dua kalimah syahadat.

Keputusan memeluk Islam, lanjutnya, tanpa ada paksaan dari pihak mana pun dan murni atas kemauan sendiri.

Usai disyahadatkan, Ismail langsung di sunat khatan dengan tujuan agar dia memeluk agama Islam sempurna dari sebuah syarat.

“Syarat sahnya Islam adalah mengucap dua kalimah syahadat. Agar islamnya sempurna, Ismail di sunat khatan karena merupakan pengorbanan tumpah darah kita kepada agama islam, meskipun tidak banyak darah yang tumpah,” tutur Tgk. Azhar.

Kontraktor Abdya,Syahrial juga ikut memberi bimbingan untuk Edi Manurung mengimbau supaya Edi mulai belajar berpuasa sembari terus belajar tentang Agama Islam, baik dari lingkungan gampong, masjid maupun tempat pengajian,”ungkap pria sapaan Om Yal tersebut. (Mustafa)

REKOMENDASI