Satreskrim Polres Abdya Tetapkan Tersangka Baru Kasus Jetty Rubek Meupayong

  • Whatsapp
Polres Aceh Barat Daya menggelar Press Relese di Malpores setempat. (Dok/Ist)

Blangpidie | republikaceh.com – Satreskim Polres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jetty muara Rubek Meupayong, Kecamatan Susoh dengan pagu anggaran Rp 2,30 Miliar.

Kali ini, Satreskim menetapkan mantan kepala bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Abdya berinisial MY sebagai tersangka.

BACA JUGA

Selain MY, pada akhir Desember tahun 2018 lalu, satreskrim lebih dulu menetapkan MN (48) alias Toke Gaboeh sebagai tersangka selaku rekanan dan MN sudah dijatuhi hukuman oleh PN Tipikor pada Mei 2019 silam.

Majelis Hakim PN Tipikor Banda Aceh, dalam sidang pamungkasnya menyatakan, MN terbukti bersalah, dan menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Sementara itu, MY yang juga merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat itu, merupakan tersangka baru dalam kasus korupsi pembangunan Jeety rubek Meupayong Kecamatan Susoh .

Penetapan MY tersangka tersebut, setelah pihak penyidik Polres Abdya mendapatkan bukti baru pascavonis majelis hakim terhadap MN beberapa waktu silam.

Selain ditetapkan tersangka, MY kabarnya sudah ditahan oleh pihak Satreskim Polres Abdya sejak dua hari terakhir.

Berdasarkan Informasi yang berhasil di himpun awak media, Kamis (10/10) MY ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Satreskrim Polres Abdya mengantongi sejumlah alat bukti. Selanjutnya, berkas MY pun dilimpahkan ke JPU Kejari Abdya.

Untuk diketahui, dalam pembangunan jetty itu, diduga volume yang dikerjakan oleh pihak rekanan tidak sesuai, sehingga tidak bisa digunakan dan tidak berfungsi semestinya.

Dalam kasus ini, tim audit BPKP Aceh menilai proyek yang dikerjakan oleh CV Aceh Putra Mandiri itu, terjadi kerugian negara mencapai Rp 468 juta. (Mustafa)

REKOMENDASI