Pengajian di Lhoksemawe Bermateri “Solusi Lepas Dari Riba”

  • Whatsapp
Tgk. H. Mirza Gunawan, ST., M.A.P sedang menyampaikan materi pengajian di mesjid syuhada Mon Geudong, Sabtu (12/10) (Foto/ Zaman Huri)

Lhoksemawe | republikaceh.com -Kembali Komunitas Lhokseumawe Peduli Ekonomi Syariah (LPES) menggelar Pengajian Ekonomi Islam (EKIS) ke III, Sabtu siang (12/10) di Masjid Syoehada Mon Geudong Kota Lhokseumawe.

Ketua Komunitas LPES Denny Saputra, S.E mengatakan, setiap insan manusia yang telah dilahirkan ke permukaan bumi oleh Allah SWT dalam keadaan suci, maka jangan sekali-kali mengotorinya dengan perbuatan ” riba”, “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan RIBA”, jelas Allah SWT dlm Qur’an.

BACA JUGA

“Kami dari Komunitas LPES mengupayakan agar Kota Lhokseumawe bebas dan bersih dari praktik RIBA, kami mengajak stakeholders dan masyarakat untuk perangi riba karena riba sangatlah berbahaya dalam hidup dan kehidupan ini sebelum kita kembali pada-Nya haruslah bersih,” imbuh Denny yang juga Mantan Ketua Umum Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kab. Bireuen.

Menurutnya, riba merupakan suatu kegiatan yang amat dibenci oleh Allah dan hukumnya haram. Namun, pada kenyataannya kita masih dengan mudah menemukan praktik riba disekitar kita.

Ianya menerangkan jika pengertian riba merupakan aktivitas pemberian pinjaman dengan menerapkan bunga yang sangat tinggi kepada peminjam, tentu saja hal ini merupakan salah satu upaya untuk mengumpulkan kekayaan namun dengan cara yang membuat pihak peminjam menderita.

Sepertinya hal dan paraktik praktik riba sudah terlebih dahulu diprediksi oleh Rasulullah, sebagamana Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda “Akan datang suatu zaman dimana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” Bahwa “mereka yang terjerumus kedalam praktik riba tetap wajib melunasi pinjamannya seberapapun besarnya sebagaimana hukum hutang piutang dalam islam.

Sebuah kiasan menyatakan bahwa “Hutang harus dibayar sebab akan mengekangmu untuk sampai ke akhirat “. Sebagaimana dalam hadist berikut ini :
Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).”

Dalam Pengajian EKIS-III ini Tgk. H. Mirza Gunawan, S.T, M.A.P mengangkat tema “Solusi lepas dari Riba” dimana Allah telah memberikan petunjuk dalam surat Nuh,
“Maka aku katakan kepada mereka : ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).

Lebih lanjut, Ustadz Gunawan yang lebih dikenal dengan panggilan UG ini menyarankan “Jamaah agar memilih jalur ekonomi syariah untuk lepas dari Riba dimana saat ini sudah banyak sekali lembaga keuangan yang menerapkan sistem syariah islam tanpa praktik riba.

Jadi hal ini dapat menjadi alternatif bagi kita disaat membutuhkan dana tanpa harus terlibat riba. Dari sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim)”.

Di akhir pengajian EKIS-III yang di selenggarakan di Mesjid Besar Syoehada Mon Geudong selaku mesjid tertua di Lhokseumawe, UG yang juga merupakan wakil Ketua Komunitas Koperasi Syariah 212 Aceh Lhokseumawe Banda Sakti-1 menyarankan “agar jamaah menghidupkan ekonomi islam dengan menjadi bagian dari dan berbelanja di Gerai 212 Mart yang sudah tersebar se Indonesia sebagai bagian implementasi dari usaha kita untuk lepas dari Riba serta jangan lupa untuk selalu memanjatkan doa agar kita terhindar dari lilitan hutang. Doa nya adalah sebagai berikut ini.Allahumma inni a’udzu bika minal ma’tsami wal maghram [Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan sulitnya utang] (HR. Bukhari dan Muslim)” ucap UG menutup pengajian EKIS-III. (Rilis)

REKOMENDASI