Sepanjang 33 Meter Talud di Desa Panga Roboh

  • Whatsapp
Nampak kondisi talud di bagian roboh, Sabtu (25/10) (Foto/Republikaceh)

Calang | republikaceh.com – Banjir melanda Dusun Kulam Awe Desa Keude Pangan Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Jum’at (25/10) mengakibatkan talud di bangun pada tahun 2018 bersumber dari APBG Desa setempat roboh sepanjang 33 Meter.

“Kejadiannya semalam (Jum’at 25/10) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu genangan air dengan kedalaman 50 Centi meter menghantam bibir talud,” tutur Asyari, Tuha Peut Gampong setempat yang keberadaan rumahnya di lokasi kejadian, Sabtu (26/10)

BACA JUGA

Seorang warga sedang melihat bagian talud roboh, Sabtu (25/10) (Foto/republikaceh)

Menurut Asyari, Robohnya talud tersebut bukan disebabkan oleh aliran air dari dalam talud, melainkan aliran air berasal dari daratan

“Bibir talud lebih tinggi dari permukaan tanah dan di daerah ini lebih rendah ke timbang di tempat lain, sehingga air dari daerah lain mengalir kemari dan sebelumnya tidak penah ada kondisi air sebanyak itu,” terang Asyari

Besarnya kiriman air tersebut, lanjutnya, membuat bibir talud roboh.

“kalau soal ketahanannya, saya tidak tidak mengerti,”pungkasnya.

Dua warga sedang melintas di talud roboh, Sabtu (25/10) (Foto/republikaceh)

Iwan P, Kepala Desa Keude Panga saat di konfirmasi kepada republikaceh.com menerangkan jika pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Inspektorat Kabupaten.

“sesudah mendapat laporan dari aparatur, saya mengecek kelokasi dan langsung menyampaikan perihal tersebut ke pihak Inspektorat via seluler,”tuturnya.

Namun, lanjutnya, jika di lihat dari kondisi robohnya talud tersebut bukan dikarenakan terkikis oleh air melainkan akibat kiriman air dari darat yang menghantap bibir talud.

Tampak bagian tengah bagian bangunan talud yang roboh, Sabtu (25/10) (Foto/republikaceh)

Soal tindak lanjut, tambahnya, nanti akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait dan apa pun hasilnya nanti, pastinya akan kita jalankan,” ungkap Iwan.

Camat Kecamatan Panga, Mawardi saat di mintai tanggapannya menyampaikan jika talud yang roboh sepanjang 33 Meter

“Tadi kita melakukan pengukuran,” lanjutnya

Soal bangunan tersebut mencukupi spek atau tidak, tambah Mawardi, biar tenaga ahli yang menjawabnya.

Warga menunjukan bekas ketinggian air di lokasi talud roboh, Sabtu (25/10) (Foto/republikaceh)

Sementara, Kapolsek Kecamatan Panga, Ipda Robi Afrizal, S.H saat dimintai tanggapannya mengungkapkan jika dirinya belum melihat kejadian tersebut,

“saya lagi di luar daerah namun bila ada temuan, kita akan tindak lanjuti karena dana desa tersebut bukan hadiah tapi amanah yang harus digunakan sebagaimana mestinya,” ungkap Kapolsek.

Amatan republikaceh.com di lokasi, kondisi tanah di lokasi talut kebanyakan bengandung pasir. kondisi roboh berada di bagian tengah bangunan talud. (Redaksi)

REKOMENDASI