Tanggul Krung Pase Longsor, Rumah Warga Terancam Banjir

  • Whatsapp
Warga melintasi tanggul Krung Pase, Selasa (29/10) (Foto/Ist)

Aceh Utara | republikaceh.com – Sungai krueng pase di desa Tajong Awe Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara mengalami longsor sepanjang tiga ratus meter dan terancam putus

Warga yang tinggal di dekat pinggiran sungai krueng pase desa tanjung awe merasa khawatir dan ketakutan jikalau banjir musiman melanda desa mereka bulan 12 mendatang bisa membawa kerugian harta benda mereka terbawa banjir.

BACA JUGA

Afifuddin Geusyik desa tanjung Awe kecamatan samudra aceh utara, selasa (29/10) kepada awak media mengatakan, pembangunan tanggul abrasi sungai secara tanggap darurat memang sudah dibangun baru lima bulan lama nya oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait, namun tidak lama bertahan dan sudah longsor harapan nya kalau bisa dibangun sarung gunting supaya jalur air sungai bisa terbagi karna alur sungai pas dipersimpangan belekon sungai,.ungkap nya

” kami sangat berterima kasih kepada pemerintah aceh utara atas perhatian nya telah membangun tanggul darurat sepanjang tiga ratus meter” jelas nya.
Ia mengharapkan, walaupun pembangunan tersebut sebagian sudah longsor diri nya atas nama masyarakat desa tanjong awe sangat meharapkan perbaikan secepat nya kembali, karna mengingat desa kami sangat rawan banjir ketika curah hujan meningkat, jika itu tidak segera di tanggapai maka ribuan warga akan mengalami kerugian besar akibat dampak terjangan banjir seperti tahun lalu, katanya.

Sementara itu, Fahmi ST Kepala sesi (KASI) sungai dan waduk Dinas perairan kabupaten aceh utara menjelaskan, menyangkut dengan tanggul sungai krueng pase untuk antisipasi banjir itu ada beberapa kerusakan, di awal tahun 2018 sudah ditangani tanggap darurat oleh Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) aceh utara, namun pada tahun 2019 ini pihak nya sudah mengalokasikan dana untuk tiga buah titik untuk tahap penanggulangan yaitu, tanjung mesjid, tanjung rengkam dan madan, ini masih dalam tahap pelaksanaan, namun saat ini terkendala terhentinya sementara pekerjaan dilapangan karna material diatas belum bisa di ambil, ungkap nya.

Menanggapi harapan masyarakat desa tanjong awe samudra gedoung meminta meluruskan aliran air sungai dengan membentuk sarung gunting pihak nya menjelaskan upaya tersebut belum bisa dilakukan karna masih melihat kondisi sungai dan butuh biaya besar untuk memperbaiki nya, namun upaya itu akan dipelajari secara kebersamaan bersama pemerintah daerah dan provinsi aceh.

Untuk pembangunan tanggul abrasi sungai yang longsor atau ambruk di desa tanjong awe saat ini pihak perairan aceh utara akan memperbaiki kembali dalam tahun ini diperkirakan dapat tertangani secepat nya. (Zaman Huri)

REKOMENDASI