Mursyidah Divonis Hukuman Percobaan

  • Whatsapp
Mursyidah mejalani proses persidangan di di pengadilan negeri Lhokseumawe, Selasa (05/11) (Foto/Zaman Huri)

Lhoksemawe | republikaceh.com – Mursyidah warga Desa menasah mesjid Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, terdakwa atas kasus pengrusakan pangkalan LPG 3 kg di Gampong Menasah Mesjid kembali tersenyum usai mendengar vonis majelis hakim.

Sidang pamungkas yang digelar di pengadilan Negeri Lhokseumawe, Selasa (5/11) dengan agenda mendengar amar putusan tersebut, Mursyidah di vonis hukuman tiga bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan, dengan begitu mursyidah tidak ditahan dalam perkara ini bilamana dalam jangka waktu enam bulan kedepan, Mursidah tidak melakukan tindakan kriminal.

BACA JUGA

Sidang yang di pimpin oleh Ketua, Jamaluddin SH, MH, dan Hakim Anggota Muktar SH, serta Muhktari SH, panitra pengganti Iskandar SH, pada pembacaan putusan itu, juga disaksikan oleh Jaksa penuntut Umum Muhammad Doni Sidik SH, juga Penasehat Hukum tersangak Zulfah SHi.

Hakim Ketua, Jamaluddin SH, MH, membacakan putusan, sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum dalam perkara 102, atas nama Mursyidah, yang di bacakan pada persidangan sebelumnya, dengan berbagai pertimbangan Mursyidah di vonis 3 bulan dengan masa percobaan selama 6 bulan.

Dalam amar putusan yang dibaca oleh majelis hakim, menyebutkan Mursyidah terbukti secara sah dan menyakinkan, terbukti telah melakukan pengrusakan terhadap barang atau benda milik orang lain, sebagai mana di atur dalam Pasal 406 Undang-Undang Pidana.

Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau, sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Kepala Pengadilan Negeri II B, Kota Lhokseumawe, Teuku Syarafi SH., MH, saat diwawancara media, menyebutkan, seluruh perkara yang masuk ke pengadilan ini selalu di pantau olehnya, Dia selalu berpasan kepada seluruh Majelis Hakim di pengadilan tersebut, agar periksa seluruh perkara dengan mengedepankan rasa keadilan.

“Untuk memutuskan suatu perkara itu harus mengedepankan rasa keadilan, yang intinya tidak memihak kepada siapapun” ujarnya.

Teuku Syarafi menambahkan, selain itu dia juga berpesan kepada majelis agar memeriksa suatu perkara dengan azas keadilan, dan asaz Kemamfaatan juga kepastian hukum, agar keadilan dapat di rasakan oleh masyarakat, khususnya di Kota Lhoksemawe.

Menurutnya, keputusan yang telah di bacakan dalam perkara 102, itu merupakan benar-benar sebuah keadilan, atas terdakwa saudari Mursyidah.

Menurutnya, kasus penimbunan Gas Elpiji 3kg, yang di lakukan oleh satu pangkalan di Kota Lhoksemawe, yang sebelumnya juga sudah di laporkan kepada pihak penegak hukum, dirinya mengakui berkas tersebut belum sampai ke pengadilan Negeri Lhoksemawe. ” Yang baru masuk ke kami hanya terkait kasus pengrusakan, tersangka di jerat dengan pasal 406 UUD Pidana.

“Terkait dengan dugaan terjadinya penimbunan, itu masih di ranahnya penyidik, kita tidak bisa berkomentar terhadap satu perkara yang belum atau yang akan naik” demikian kata Kepala Pengadilan Negeri Lhoksemawe, Teuku Syarafi SH.,MH. (Zaman Huri).

REKOMENDASI