13 Unit Pembagunan Rumah Layak Huni dari PUPR Aceh Terbengkalai di Aceh Jaya

  • Whatsapp
Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB bersama Anggota DPRK Aceh Jaya saat meninjau lokasi pembangunan rumah layak huni yang terbenkalan di Desa Krueng Tho Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya, Rabu (04/11/2019) (Foto/Republikaceh)

Calang | republikaceh.com – Anggota DPRK Aceh Jaya, Usman ID menyayangkan terbengkalainya pembangunan 13 unit rumah layah huni di Kecamatan Darul Hikmah dan Sampoiniet tahun anggaran tahun 2019.

Menurutnya, Bantuan rumah tersebut dari Dinas PUPR Provinsi Aceh bersumber dari APBA tahun 2019. Pembangunan rumah tersebut dibiarkan terbengkalai oleh pihak kontraktor dan imbasnya para warga penerima bantuan.

BACA JUGA

“Persoalan ini sudah terjadi sejak satu bulan lebih lamanya. Warga penerima bantuan yang sebagian sudah membongkar bagian rumah lamanya, terpaksa tidur di rumah yang sudah dibongkar tersebut karena bangunan rumah layak huni tersebut belum dikerjakan oleh pihak kontraktor,” tutur Usman kepada republikaceh.com, Rabu (06/11) di Darul Hikmah.

Kondisi ini, Lanjutnya, membuat para warga mengeluh dan terkesan dipermainkan oleh pihak kontraktor dan permasalahan ini tidak bisa dibiarkan.

“Sebagai Wakil Rakyat, kita akan ambil sikap tegas. Kita akan sampaikan persoalan ini kepimpinan untuk ditindaklanjuti bersama agar permasalah ini segera teratasi,” ujar Usman.

Sejauh ini, tambah Usman, terdapat 12 unit rumah layak huni yang terbengkalai di Kecmatan Darul Hikmah dan 1 Unit di Kecamatan Sampoiniet.

“kita berharap, Provinsi dapat mengambil tindaklanjut terhadap permasalahan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Jaya saat dimintai tanggapannya menyampaikan jika pihaknya belum mengetahui adanya pembangunan rumah layak huni yang terbengkalai tersebut.

“Itu belum saya terima informasi secara detil, namun nanti akan kita coba lihat kembali ke lokasi dan bila benar adanya, tentunya kita juga akan menyurati provinsi perihal kejadian tersebut,” tutur Irfan

Namun, lanjut Irfan, tentunya juga nanti kita akan mempelajari kembali apakah sewakelola atau kontraktual.

Bila terbukti adanya kontraktol nakal, tambah Irfan, kita akan serahkan kepihak pemeriksa.

“Kalau memang ini kewenangan di wilayah kita maka akan kita turunkan pihak Inspektorat, APIP. Nanti penyelesaian akhirnya apakah APIP akan menyerahkannke HPHnya, itu terserah mereka,” terang Irfan.

Pantau media, Usai pihak media mengkonfirmasi perihal adanya rumah layak huni terbengkalai, Bupati Irfan bersama Usman ID sertai didampingi Camat Darul Hikmah, Nuri Assirri meninjau langsung lokasi pembangunan tersebut di Kecamatan Darul Hikmah. (Redaksi)

REKOMENDASI