Tergugat Pertanyakan Eksekusi Bangunan oleh Mahkamah Syariah Kota Subulussalam

  • Whatsapp
Pihak Mahkamah Syariah Kota Subulussam sedang melakukaan Eksekusi, Rabu (06/11) (Foto/Ist)

Subulussalam | republikaceh.com – Mahkamah Syari’ah Negeri Kota Subulussalam lakukan eksekusi bangunan yang menjadi anggunan ke BANK, Rabu (06/11).

Eksekusi tersebut ditetapkan melalui surat Nomor: 3 /exsekusi/2018/Ms/-SKL tanggal 6 Mae 2019 dan pelaksanaan eksekusi di kawal ketat oleh pihak kepolisian Subulusaalam guna mengatipasi yang tidak diinginkan dan berjalan lancar walaupun ada sedikit ketegangan antara tergugat dan tukang eksekusi.

BACA JUGA

Pihak tergugat,  H. Afryandi Pohan kepada republikaceh.com menyampaikan jika eksekusi itu sepertinya cacat hukum.
Menurutnya, masalah ini sudah ada tiga tahun sehingga mahkamah syariah Aceh Singkil tidak bisa memutuskan untuk melakukan eksekusi terhadap harta milik dirinya dangan mantan istrinya.

“semua bangunan milik kami sudah dijaminkan ke BANK, bahkan sebagian udah dilelang oleh pihak BANK,” ungkap Pohan saat diwawancarai dikediamannya.

Kalaulah di eksekusi, Pohan mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab soal utang piutang.

“Boleh ini diambil semua sama mantan istri saya, tapi soal utang di Bank juga dia bertanggung jawab,kenapa pihak mahkamah tidak bawa lampiran surat bangunan yang asli. sementara tanah dan bangunan kami bahkan sudah dilelang,” tutur Pohan

“Memang aneh terlihat saat pelaksanaan exsekusi itu,rumah yang sudah milik orang lainpun masih juga termasuk digugat, sementara rumah itu sudah pindah tangan dari hasil lelang oleh Bank BPTPN, apakah ini tidak dipelajari sebelum melaksanakan eksekusi,” terangnya. (Redaksi)

REKOMENDASI