Aceh Sumatera Expo 2019 Akan Digelar di Mall Kasablanka Jakarta

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin saat menghadiri Rapat Koordinasi Aceh Sumatera Expo 2019, Kamis (07/11) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.com – Industri Pariwisata Aceh sedang berkembang seiring dengan perkembangan industri pariwisata di Pulau Sumatera dan Indonesia umumnya melalui semangat wisata halal dan branding wisata Aceh “The Light of Aceh” atau “Cahaya Aceh” sebagai co-branding wisata nasional “Wonderful Indonesia” atau “Pesona Indonesia”.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali melakukan gebrakan promosi pariwisatanya melalui “Aceh Sumatera Expo 2019” atau disebut “ASPO”, sebuah pameran pariwisata berbasis Meeting, Incentive, Convention and Expo (MICE) yang akan digelar di Mall Kasablanka, Jakarta dari tanggal 14 hingga 16 November mendatang.

BACA JUGA

“Kegiatan perdana ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan Aceh sebagai destinasi wisata halal unggulan, destinasi investasi dunia dan mendekatkan Aceh lebih dekat ke pasar wisatawan nusantara dan mancanegara di Jakarta dengan melibatkan pelaku industri wisata dan Industri Kecil Menengah (IKM) Aceh,” tutur Plt Gubernur Aceh, Kamis (07/11) melalui rilis yang diterima media ini.

Nova mengungkapkan jika Aceh terus melakukan berbagai upaya dalam promosi industri pariwisatanya melalui berbagai strategi pemasaran, baik melalui strategi pemasaran, seperti Destination, Origin dan Time (D.O.T), Strategi Promosi, seperti Branding, Advertising dan Selling (B.A.S) dan strategi media lainnya, seperti Paid Media, Owned Media, Social Media, Endorser (P.O.S.E). 

“Ada sejumlah destinasi wisata Aceh yang patut dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dari data yang ada, setidaknya ada lebih dari 800 lokasi wisata yang terdapat di Aceh, baik itu wisata bahari, wisata alam, wisata budaya, wisata religius, wisata kuliner, cagar budaya dan sebagainya, ” ujar Nova.

Pihaknya, lanjut Nova, juga sangat bersyukur sebab Aceh telah ditetapkan sebagai World’s Best Halal Cultural Tourist Destination oleh International Travel Week (ITW) 2016 di Abu Dhabi dan Destinasi Wisata Halal Unggulan versi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 Kemenpar RI. 

Penghargaan ini, kembali Nova mengungkapkan, merupakan kesempatan bagi Aceh untuk terus mengemas dan membenahi industry pariwisatanya, sekaligus memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata halal yang layak dikunjungi oleh setiap wisatawan melalui semangat “The Light of Aceh”.

“Kita ingin image atau branding wisata Aceh semakin positif dan viral serta Aceh berkontribusi memajukan pariwisata Sumatera dan Indonesia secara umum. Perkembangan industri pariwisata di Aceh bersifat inclusive melibatkan semua pihak, khususnya pelaku industri pariwisata Aceh, Sumatera dan nasional lainnya,” papar Nova.

Pomosi wisata Aceh,  tambah Nova, akan dilengkapi pihaknya dengan ragam suguhan pesona dan dan atraksi budaya Aceh agar wisatawan semakin percaya diri dan tertarik datang ke Aceh.

“Aceh Sumatera Expo 2019 dengan taglinenya “Like, Love & Share Aceh” dipersembahkan dari Aceh untuk Sumatera dan Indonesia dengan tujuan mendekatkan Aceh ke pasar wisatawan nusantara dan mancanegara,” pungkas Nova.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, juga menyampaikan jika kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang promosi wisata Aceh dalam rangka meningkatkan angka kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara ke Aceh, tapi juga menciptakan peluang dan akses jaringan ekonomi dan investasi pelaku industry wisata di Pulau Sumatera, maupun tanah air, sehingga nantinya diharapkan dapat menjadikan Aceh sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi para wisatawan, baik dalam, maupun luar negeri.

“Kunjungan wisatawan ke Aceh terus meningkat dengan semakin dikenalnya Aceh sebagai destinasi wisata halal, baik melalui penyelenggaraan atraksi wisata, maupun publikasi melalui media sosial secara tepat sasaran. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat mencapai 2.5 juta orang terdiri dari 2.4 juta wisatawan nusantara dan 106 ribu wisatawan mancanegara pada tahun 2018. Sementara, 2017, kunjungan wisatawan mencapai 2.3 juta orang terdiri dari 2.2 juta wisatawan nusantara dan 78 ribu wisatawan mancanegara, “ sebut Jamal.

Angka ini, lanjut Jamal, diprediksi akan terus meningkat melalui semangat branding wisata “The Light of Aceh” dan ditargetkan angka kunjungan wisatawan nusantara mencapai 3 juta orang dan wisatawan mancanegara mencapai 150 ribu orang pada tahun 2019. Sementara, angka kunjungan wisatawan Muslim ke Aceh diharapkan juga akan meningkat dari 35 ribu wisatawan menjadi 50 ribu wisatawan tahun 2019.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tidak hanya menjadi media efektif dalam rangka membangun pencitraan positif tentang Aceh, memperkenalkan Aceh sebagai salah satu Destinasi Wisata halal dunia dan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh yang diprediksikan akan mencapai 150.000 orang pada tahun 2019,” Sebut Jamal.

Akan tetapih, tambahnya, juga memperkenalkan Aceh sebagai Destinasi Investasi Dunia dengan berbagai peluang investasi dan kemudahan perizinan lainnya.

Sementara itu, Rahmadhani, Kepala Bidang Pemasaran pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menyampaikan, guna memajukan pariwisata Aceh perlu dukungan semua pihak, khususnya masyarakat millennial Aceh yang memiliki kepedulian dalam menviralkan ragam pesona wisata Aceh melalui dunia maya.

“Penyelenggaraan Aceh Sumatera Expo 2019 dengan taglinenya “Like, Love & Share Aceh” 2019 menjadi salah satu strategi efektif dalam mempromosikan pesona wisata Aceh di Jakarta. Dukungan masyarakat millennial Aceh adalah sebuah keniscayaan agar Aceh semakin dikenal (viral), menjadi daya tarik dan layak untuk dikunjungi oleh wisatawan, “ ungkap Rahmadhani. 

Rahmadhani menambahkan bahwa tren kunjungan wisatawan ke Aceh meningkat setiap tahunnya, tapi belum fantastis. 

“Kita ingin Aceh ini terus menjadi destinasi yang layak dikunjungi oleh wisatawan. Artinya, kita perlu menciptakan berbagai strategi-strategi marketing yang baik dan tepat sasaran, salah satuya tidak hanya menggelar ragam even dan atraksi wisata serta partisipasi dalam berbagai pameran atau expo, tapi juga melakukan pembenahan 3A yaitu Aksebilitas, Atraksi, dan Amenitas. (Rilis/Zaman Huri/Red)

REKOMENDASI