Represntatif Mutu Perguruan Tinggi dan Public Speaking Mahasiswa

  • Whatsapp
Penulis (Foto/Ist)

Oleh: Heri Rahmatsyah Putra, M.Kom.I

“Fungsi kontrol sosial yang dimiliki mahasiswa bagi pembangunan diharapkan mutlak demi kemajuan pembangunan”.

Campus (latin) memiliki makna lapangan luas, perkembangan zaman kemudian merubah makna kampus sebagai tempat yang luas yang memiliki bangunan-bangunan untuk belajar. Kini kampus menjadi reprsentatif bagi sebuah perguruan tinggi sebagai lingkungan akademis.

Dunia kampus merupakan sumber pembangunan peradaban manusia di seluruh belahan dunia. Mahasiswa sebagai masyarakat kampus menjadi salah satu unsur vital dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi. Mahasiswa menjadi salah satu indikator kemajuan dan cerminan mutu dari perguruan tinggi. Sering kita mendengar istilah agent of change yang berarti agen perubahan, dimana makna yang terkandung pada frasa tersebut ialah pada diri mahasiswa lah tertumpu beban untuk perubahan ke arah yang konstruktif demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Mahasiswa selaku insan akademis, dipandang memiliki kekuatan intelektual yang lebih sehingga kepekaan dan nalar yang rasional diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan dan sosial dimasyarakat. Sehingga sudah menjadi konsekuensi terhadap tuntutan dari seorang mahasiswa untuk mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sebagai suatu kebutuhan pribadi dan masyarakat.

Fungsi kontrol sosial yang dimiliki mahasiswa bagi pembangunan diharapkan mutlak demi kemajuan pembangunan.

Untuk menjadi agen perubahan tersebut, mahasiswa harus menjalankan tri dharma perguruan tinggi sebagai ruh bagi perguruan tinggi.

Tri dharma perguruan tinggi tersebut ialah pendidikan, pengabdian, dan penelitian. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk belajar, tetapi mereka juga harus melahirkan inovasi baru bagi kemajuan dan mampu untuk berpartisipasi kepada masyarakat luas.

Untuk mencapai harapan-harapan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki multi skill dalam dirinya. Salah satu skill atau kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa ialah kemampuan berkomunikasi yang baik di depan khalayak atau masyarakat (public speaking).

Hal ini menjadi sangat penting dikarenakan komunikasi merupakan kebutuhan manusia yang tak dapat dilepaskan. Komunikasi selalu terjadi kapan saja, dimana saja siapa saja. Dengan berkomunikasi, manusia dapat menyampaikan tujuan dan mempengaruhi orang lain. Mungkin semua orang bisa berbicara, namun tidak semua orang bisa berkomunikasi . hal inilah yang mendasari kemampuan berkomunikasi di depan khalayak menjadi teramat penting dimiliki oleh mahasiswa.

Dalam proses pendidikannya di ruang kuliah, mahasiswa akan berkomunikasi di depan teman-teman dan dosennya, dalam proses penelitian untuk menemukan inovasi barupun mahasiswa akan berkomunikasi publik untuk menyampaikan hasil karyanya tersebut, hingga akhirnya pada saat terjun di tengah masyarakat kemampuan public speaking mahasiswa akan sangat diuji dan mendapatkan penilaian ataupun pengakuan bagi masyarakat maupun dunia kerja.

Public Speaking tentu saja bukan hal yang mudah untuk dilakukan, sehingga seringkali terjadinya masalah-masalah dalam Public Speaking seperti kecemasan yang berlebihan, belum begitu menguasai materi dan kurangnya pengetahuan tentang teknik berbicara di depan umum. Hal seperti inilah yang kerap dirasakan oleh mahasiswa sehingga kemampuan public speaking mahasiswa pada perguruan tinggi cenderung rendah.

Kemampuan tersebut tentu akan berimbas kepada pengakuan ataupun pandangan terhadap kampus ataupun perguruan tingginya. Karena di perguruan tinggi tersebutlah mahasiswa mengasah dan menguji kemampuan tersebut. Maka tak heran jika masyarakat akan memberikan opini yang baik bagi perguruan tinggi apabila mahasiswa atau alumninya memiliki kemampuan yang diakui masyarakat.

Di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, saat ini telah memiliki program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Di prodi inilah masyarakat pantai Barat-Selatan Aceh khususnya bagi mahasiswa akan mengenal dan mendalami ilmu public speaking tersebut. Namun sebenarnya seluruh mahasiswa dari prodi lain juga harus dapat mempelajari public speaking.

Sekali lagi, mutu dari perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari eksistensi dosen-dosen dan manajemennya. Namun masyarakat juga akan melihat sejauh apa kemampuan mahasiswanya dalam membangun peradaban manusia di masa kini dan masa yang akan datang.

Penulis adalah Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

REKOMENDASI