Ketua PP Abdya: Siapa yang Usik NKRI, Kami Habisi

  • Whatsapp
Ketua Pemuda Pancasila Abdya, Nasrullah (Foto/Ist

Blangpidie | republikaceh.com – Setiap tahun di tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan Indonesia. Dimana pada akhir Oktober 1945 pasukan Sekutu mendarat di Indonesia.

Surabaya saat itu digambarkan sebagai sebuah benteng bersatu yang kuat di bawah pemuda. Tidak terelakkan, pertempuranpun pecah pada tanggal 30 Oktober dan puncaknya terjadi pada tanggal 10 November 1945.

BACA JUGA

Berkaca dari history itu, ketua Pemuda Pancasila Aceh Barat Daya (Abdya), Nasrullah mengaku jika organisasi dibawah nahkodanya itu kapan saja siap menjadi buas dan menjelma seperti preman jika ada yang berani mengganggu Pemerintah.

“Kami akan menjelma menjadi preman dan buas manakala ada yang mengganggu kedaulatan bangsa, NKRI, Pancasila dan coba-coba mengganggu Pemerintah,”kata Nasrullah,yang dimintai keterangan di Blangpidie, Sabtu (9/10)

Meski Pemuda Pancasila (PP), bukan organisasi premanisme, untuk keutuhan NKRI, PP tidak rela ada yang mengusik dan mencedrai perjuangan para pahlawan. Sebab, Pemuda Pancasila merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan pengetahuan.

“Kami bukan lagi organisasi preman biasa, kami tidak lagi menggunakan golok, tato atau kumis tebal. Kami sekarang lebih mengedepankan otak, pikiran, pengetahuan dan kecerdikan dalam menguasai wilayah, tapi jangan coba-coba usik NKRI,” tegasnya.

Nasrullah mengungkapkan bahwa PP akan selalu bersemangat mengawal Pancasila agar tetap abadi, menjaga dari berbagai elemen bangsa yang ingin merusak keutuhan bangsa ini.

“Bagi PP NKRI adalah harga mati,” kata Nasrullah.

“Dapat saya sampaikan terminologi preman yang berasal dari kata free man atau orang bebas. Saya mengartikannya sebagai pekerja bebas diluar tubuh pemerintah alias aktif di sektor swasta. Oleh Karenya, Negara membutuhkan mereka, sebab berani mengambil risiko berdagang”

“Kita butuh ‘preman’ untuk melaksanakan ekonomi, melaksanakan pasar. Kita butuh orang yang punya sifat adventure untuk melakukan pendekatan yang adil,”timpal dia.

Di bawah kepemimpinannya, Nasrullah berjanji akan merubah paradigma lama tentang Pemuda Pancasila, jika dulu sering dikatakan Organisasi tempat berkumpulnya para Preman, tapi organisasi Pemuda Pancasila sekarang telah berubah, dari dulunya kurang bagus menjadi bagus.

“Kita tidak lagi menggunakan otot sebagai kekuatan, akan tetapi kita lebih mengedepankan dan menggunakan senjata pamungkas kita yaitu otak dan ilmu pengetahuan,” tutupnya. (Mustafa)

REKOMENDASI