Gema Selawat Mengiringi Perayaan Maulid di Desa Rayeuk Paya Itek

  • Whatsapp
Jamaah zikir sedang melantunkan syair dalam rangka Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Senin (11/11) (Foto/Zaman Huri)

Aceh Utara | republikaceh.com – Tradisi perayaan maulid memperingati hari kelahiran junjungan alam Nabi besar Muhammd Saw telah berlangsung lama di Aceh.

Entah kapan dan siapa yang pertama mempoloporinya, literatur sejarah hanya menunjukkan bahwa tradisi tersebut memang sudah berĺangsung sangat lama.

BACA JUGA

Sebagai masyarakat yang mayoritas berpenduduk islam, rasanya ada yang kurang bila tidak melakukan khanduri molod (kenduri maulid) bila setiap bulan rabiul awal tiba.

Uniknya, perayaan maulid diaceh bukan hanya saja di gelar pada 12 rabiul awal saja, tapi perayaan maulid diaceh đigelar sampai empat bulan, yaitu bulan rabiul awal, rabiul akhir, jumadil awal, dan jumadil akhir.

Lantunan selawat beriringan menggema setiap perayaan maulid, bacaan dengan penuh semangat menunjukan betapa besar rasa cinta menyambut kelahiran sang rasul terakhir.

Hal tersebut tergambar dalam pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad Saw di Gampong Rayeuk Paya Itek, Kecamatan Murah Mulia, Aceh Utara, Senin (11/11) di halaman Menasah Desa setempat.

Lantunan syahdu gema selawat yang dikumandangkan oleh grup Zikir Dayah fathul ulum dan dayah baitul hasani Kecamatan Murah Mulia memukau para penonton yang hadir, syair arab dan syair aceh menghiasi bait-bait dengan berbagai langgam irama țimur tengah dan lokal.

Husnan, Kepala Desa Rayeuk Paya Itek selaku ketua panitia pelaksana, ketika diwawancarai oleh media ini menyebutkan, untuk tahun ini kita melaksanakan perayaan maulid baginda Nabi Besar Muhammad SAW pada hari senin (11/11) bertempat di halaman Meunasah Gampong Rayek Paya Itek.

Menurut Husnan, sengaja pelaksanaan maulid dilakukan pada hari senin karena baginda nabi Muhammad Saw lahir pada hari senin.

“Prosesi pelaksanaan masih seperti pada tahun sebelumnya yaitu melantunkan selawat, doa dan diakhiri dengan makan khanduri, untPuk tamu undangan yang kita undang terdiri dari tiga Gampong tetangga, yaitu Gampomg Paya Itek Barat, Paya Itek Ubit, dan Blang Cut” ujar Husnan.

Menurut husnan, pelaksanaan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW penting dan perlu terus dilestarikan untuk mengenang risalah yang dibawaya, telah menujukkan islam benar-benar menjadi agama penerang, pembasmi kebodohan, pelopor kebenaran, dan rahamatan lil alamin.

“Seiring dengan kemuliaan dan keluhuran akhlaknya rasul itu, islam berkembang begitu cepat diseluruh penjuru dunia, tak terkecuali di nusantara, sehingga kita dapat menikmati indahnya iman dan islam,” Pungkas Husnan. (Zaman Huri)

REKOMENDASI