Minyak Nilam Aceh Utara Terbaik Kedua di Dunia

  • Whatsapp
Kilometer VIII Kecamatan Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara, Mahyuddin Abu Bakar memperlihakan prodak hasil turunan minyak nilam, Rabu (20/11) (Foto/Ist)

Aceh Utara | republikaceh.com – Minyak nilam (patchouli oil) adalah salah satu minyak atsiri yang dihasilkan dari penyulingan batang dan daun pohon nilam yang memiliki banyak sekali kegunaanya untuk industri kesehatan, kecantikan, parfum dan industri lainnya.

Pohon yang mempunyai nama Latin Pogostemon cablin Benth ini sangat banyak dijumpai di Indonesia, termasuk di Desa Kilometer VIII Kecamatan Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara.

BACA JUGA

Mahyeddin Abu Bakar selaku Kepala Desa setempat kepada republikaceh.com, rabu (20/11) mengatakan, budidaya nilam di desa nya telah berkembang sejak tahun 1996 silam.

Menurutnya, Nilam di Aceh Utara berada di peringkat kedua terbaik dunia berdasarkan  SK Menteri Pertanian nomor : 320/Kpts/SR.120/8/2005 dengan daya produktivitas terna 42,59 – 64,67ton/ha. Sementara produksi minyak 273,49-415,65 kg/ha dengan kandungan kadar Pathchouli Alkohol 34,46 persen.

Saat ini, lajutnya, Atsiri Researh Centre (ARC) Unsyiah telah menyusun peta jalan (roadmap) Sistim Inovasi Daerah (SIDa) untuk pengembangan agribisnis tanaman nilam di Aceh Utara, untuk memudahkan ekspor minyak nilam aceh keluar negeri.

“Kami menyambut baik kerja sama Pemkab Aceh Utara dengan Atsiri Researh Centre (ARC) Unsyiah yang telah menyusun peta jalan (roadmap) Sistim Inovasi Daerah (SIDa) untuk pengembangan agribisnis” ujar Kepala Desa yang telah menghasilkan produk Kerupuk Jengkol Bratana di Desanya.

Saat ini, ungkap Mahyeddin, dirinya bersama Kader Pembangunan Manusia Gampong (KPM – G) telah menginplimentasikan racikan Parfum dengan kandungan minyak nilam sebagai pengikat aroma. 

Bermodalkan jerih triwulan ketiga yang diterimanya, Parfum “Mangat Bee” Produk UPPKS (Usaha Peningkatan Perekonomian Keluarga Sejahtera) KM VIII – Simpang Keuramat yang dipromosikan lewat jejaring sosial banyak menuai komentar positif, dan racikan geuchik itupun mulai dilepas kepasaran sejak 18 November 2019, meski belum mengantongi izin resmi.

Sementara itu Tgk. Nazaruddin, S.Sos.I, M.Ag Anggota DPR-K Aceh Utara Asal Simpang Keuramat sangat mengaprisiasi dan mendukung penuh kreativitas yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Kilometer VIII tersebut.

“Dalam waktu dekat ini saya akan bantu untuk pengurusan izin dan sertvikasi halal di LPPOM-MUI terhadap produk kreatifitas Geuchik Din ini dan hal   ini kiranya   tidak   merupakan   tindakan   yang   berlebihan,   melainkan   ini   merupakan sebuah perubahan mindset yang ditunjukkannya untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya. (Zaman Huri)

REKOMENDASI