Diduga, Dana Desa Digunakan Untuk Jalan Menuju Galian C Ilegal

  • Whatsapp

Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) galian C yang diduga belum memiliki izin di Desa Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Kamis (5/12) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh.com – Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB memerintahkan tim dari Inspektorat untuk menyelidiki penggunaan dana Desa Sayeung, Kecamatan Setia Bakti.

Perintah tersebut dikeluarkan usai Bupati Aceh Jaya mendapat laporan, jika Kepala Desa setempat menggunakan dana desa untuk membuat terobosan jalan diperuntukkan untuk pengambilan batu galian C Ilegal di Desa Sayeung.

“Kita akan melihat penggunaan dana desa di RAP desa tersebut. Rencana kerjanya masuk atau tidak. Kenapa bisa lolos terhadap terobosan ini dan akan kita pertanyakan kepada tim seleksi dan verifikasi, karena ini tidak ada hubungan dengan proses kegiatan Desa,” kata Irfan Tb, Jum’at (6/12).

Ia menambahkan meskipun jalan tersebut dibuat untuk omset desa, agar ada pemasukan bagi desa namun galian C tersebut masih ilegal.

“Oleh sebab itu kami akan perintahkan inspektorat untuk mengecek penggunaan dana desa tersebut,” Pungkas Irfan Tb.

Kepala Desa Sayeung, Muhammad Abi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya sudah membuat terobosan untuk jalan galian C.

“Buat terobosan belah gunung tersebut rencana untuk masyarakat ke sawah, kebun dan rencana untuk galian C,” ungkapnya.

Muhammad Abi juga membenarkan galian C tersebut belum berizin. Pembukaan jalan tersebut juga untuk pembangunan BUMG, karena jalan desa yang beraspal tidak diizinkan oleh masyarakat.

“Untuk jalan tersebut belum berfungsi karena memakai dana tahun 2019 dengan pagu anggaran Rp120 juta lebih,” Jelasnya.

Camat Setia Bakti AG Suhadi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pada saat tim kecamatan ke desa tersebut, tim BPK pernah menanyakan terkait terobosan gunung, namun pihaknya menyampaikan bahwa sebenarnya itu bukan tupoksi dan wewenang desa apalagi manfaat kepada masyarakat minim.

“Dari segi teknis tidak mungkin dilaksanakan dengan dana Desa dan manfaat juga tidak dirasakan langsung oleh masyarakat, namun karena menurut Kepala Desa setempat sudah ada kesepakatan dari masyarakat banyak,” Jelas AG Suhadi.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Bahtiar saat dikonfirmasi menyampaikan jika perintah sudah diterima, pihaknya akan menulusuri penggunaan dana desa tersebut.

“Akan kita telusuri dan memanggil pihak desa untuk mengklarifikasi persoalan tersebut. Kita juga akan turun lapangan nanti melakukan pengecekan,” kata Baktiar. (Redaksi)

REKOMENDASI