Di Abdya, Petani Panen Padi 3 Kali Dalam Setahun

  • Whatsapp
Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim didampingi Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori, Sik saat melakukan potong padi dengan mesin sebagai tanda panen perdana 3 kali dalam setahun, Selasa (10/12) (Foto/Mustafa).

Blangpidie | republikaceh.com – Dihadapat ratusan petani, Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim mengapresiasi Dinas Pertanian Kabupaten setempat atas capaian target mendampingi petani untuk panen 3 kali dalam setahun.

“Patut dibanggakan capai ini. Dinas Pertanian Kabupaten Abdya serta pihak telah bekerja keras dan mendampingi para petani untuk mencapai panen 3 kali dalam setahun,” Ungkap Akmal, Selasa (10/12) saat melakukan panen raya padi di Desa Alue Pisang Kecamatan Setia dalam rangka kegiatan Gerakan Temu Lapang Panen Raya MT Gadu Tahun 2019.

Menurutnya, meskipun ada sebagian daerah persawahan yang mengalami gagal panen akibat serangan hama, dan hal itu tidak berdampat begitu signifikan terhadap agenda pelaksanaan kegiatan panen raya ini.

 

Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim didampingi Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori, Sik saat melakukan potong padi dengan mesin sebagai tanda panen perdana 3 kali dalam setahun, Selasa (10/12) (Foto/Mustafa).

 

Sebab, lanjut Akamal, kegiatan panen raya ini sebenarnya sebuah media untuk meningkatkan silahturahmi antara pemerintah dan para petani. “Ini acara sederhana tapi sangat bermanfaat untuk keberhasilan petani Abdya,”ucap Akmal.

Kembali Akmal menyampaikan jika kegiatan pertanian ini sebenarnya bisnis, karena seorang petani harus mengeluarkan biaya, baik untuk olah tanah, beli pupuk, ongkos tanam dan angkut padi. Semua butuh biaya untuk mencapai itu semua.

“jadi, dengan adanya panen 3 dalam setahun, maka segala pengeluaran akan terakomodir dan pada dasarnya, Menanam padi adalah hal yang paling menyenangkan dan menghasilkan karena padi menyangkut hidup orang banyak,” jelasnya

 

Para petani sedang menyaksikan saat pemotongan padi dengan mesin sebagai tanda panen perdana 3 kali dalam setahun, Selasa (10/12) (Foto/Mustafa).

 

Disektor Pertanian, tambah Akmal, merupakan salah satu sektor unggulan dalam proses penyelenggaraan pembangunan daerah Kabupaten Aceh Barat Daya.

Dalam memposisikan pertanian sebagai sektor andalan dan penggerak utama pembangunan, tentu saja diperlukan teknologi yang tepat guna. Inovasi teknologi pertanian merupakan suatu keharusan untuk memacu peningkatan produksi, produktifitas dan kualitas produk pertanian yang berdaya saing.

“Pemerintah Daerah selama ini sangat serius dan fokus dalam pengembangan sektor pertanian, ini kami buktikan dengan memoderenisasi alat pertanian untuk digunakan oleh petani yang selama ini, banyak dilakukan secara tradisional, dari membajak hingga memanen padi,” tutup Bupati Abdya itu.

Pada kegiatan panen tersebut turut Hadir Wabup Muslizar MT, Kapolres AKBP Moh Basori, Kajari Nilawati, anggota DPRK, Kepala SKPD, Kepala Distanpan Abdya drh Nasruddin, Camat, serta ratusan petani dan para penyuluh pertanian. (Mustafa)

REKOMENDASI