Plt Gubernur Aceh Diingatkan Uang Rakyat Bukan untuk Beli Pesawat Terbang

  • Whatsapp

Pemuda Aceh asal Bireun,Ishak Yusuf, Senin (16/12/2019) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.com – Ishak Yusuf, Salah satu pemuda Aceh asal Bireun menilai kebijakan Plt Gubernur Aceh terkait pembelian pesawat Nurtanio (N219) tidak tepat.

“Pemerintah terlalu gegabah dalam rencana pembelian pesawat, dari tahun ke tahun setelah perdamaian Aceh, kondisi rakyat yang masih banyak belum sejahtera sampai saat ini, tetapi ada juga pihak yang bermain dalam penderitaan rakyat Aceh, terutama dari pemerintah Aceh dan oknum dalam pemerintah,” ungkap Ishak saat menghubungi republikaceh.com, Senin (16/12/2019)

Menurutnya, Sangat disayangkan jika sikap yang di ambil untuk membeli pesawat dinas.

Seharusnya, lanjut Ishak, Pemerintah harus memahami terlebih dahulu dan kondisi rakyat Aceh saat ini masih dalam katagori tidak sejahtera dan angka kemiskinan yang masih sangat tinggi.

“Janganlah suka suka Plt
Gubernur dan oknum dalam pemerintah Aceh untuk mencari sensasi dengan menggunakan uang rakyat,” ujar Ishak.

Ishak juga menerangkan jika Pengadaan mobil dinas di kalangan SKPA sebagai kebijakan penggunaan anggaran yang tidak memikirkan kondisi perekonomian rakyat Aceh saat ini. Sehingga, terkesan menghamburkan uang rakyat.

“Mereka terkesan membeli mobil dengan uang rakyat hanya menginginkan penampilan mewah untuk bisa dilayani bukan melayani rakyat. Seharusnya, mereka menunjukkan kinerja yang mampu membawa Aceh menjadi sejahtera dan membuka lapangan kerja bukan memikirkan kendaraan mobil dinas,” jelasnya.

Ishak yusuf, SE juga mengungkapkan, mobil yang ada masih layak digunakan untuk effisiensi anggaran, sehingga dana APBA bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, serta kesehatan masyarakat Aceh.

“Saya sebagai pemuda Aceh mengingatkan pemerintah Aceh jangan hanya pintar membodohi diri sendiri dalam mengambil kebijakan,” tegasnya.

Ishak berharap kepada seluruh elemen ormas dan masyarakat untuk terus mengawal dan melakukan pergerakan yang membuahkan hasil, tidak hanya demo untuk mencari sensasi tanpa ada meminta solusi yang pasti dari pemerintah.

“Pemerintah harus benar-benar bijak dalam membangun Aceh tanpa harus diingatkan lagi karena kita masuk ke zaman revolusi yang lebih bijak secara pengetahuan,” Pungkasnya. (Maiyulis)

REKOMENDASI