Bangunan Menggunakan Dana Desa di Aceh Utara Terbengkalai

  • Whatsapp

Nampak gedung serba guna dibangun menggunakan Dana Desa di Aceh Utara terbengkalai, Selasa (17/12/2019) (Foto/Zaman Huri)

Aceh Utara | republikaceh.com – Pembangunan gedung serba guna di Desa Ranto Panyang Kecamatan Tanah Jamboe Aye, Aceh Utara terbengkalai.

Mansyarakat setempat belum bisa memamfaatkan langunan Gedung permanen tersebut lantaran pekerjaannya belum mencapai 100 persen sesuai perencanaannya.

Hasil pantauan republikaceh.com ini dilokasi, terlihat kondisi bangunan belum dilengkapi plafon, jendela dan besi pagar tangga serta beberapa perlengkapan lainnya yang belum terpasang.

 

Nampak gedung serba guna terbengkalai di Aceh Jaya belum terpasang plafon, Selasa (17/12/2019) (Foto/Zaman Huri)

“Terbengkalainya gedung serbaguna tersebut, dikarenakan penggunaan dana desa tahun 2018 yang dikelola oleh mantan Kepala Desa tidak transparan dengan masyarakat,” ungkap Saiful Bahri, Salah satu tokoh masyarakat setempat kepada republikaceh.com, Selasa (17/12/2019) di Aceh Utara

Menurutnya, mantan Kepala Desa terindikasi melakukan penyelewengan dalam pengelolaan dana desa pada proyek pembangunan gedung serba guna tersebut, sehingga menjadi penyebab pengerjaan bangunan tidak selesai dikerjakan dan terbengkalai.

“Dari hasil musyawarah bersama dengan mantan Kepala Desa beberapa waktu lalu, pihak masyarakat mempertanyakan perihal pembangunan gedung serbaguna yang belum tuntas, ketika itu yang bersangkutan sebagai pelaksana proyek bangunan berjanji akan menyelesaikan segera, namun hingga saat ini belum di tuntaskan”, Terang Saiful

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh Hasanuddin, Kepala Desa Ranto Panyang Kecamatan setempat.

Hasanuddin menjelaskan, kasus terbengkalai gedung serbaguna yang bersumber dari anggaran dana desa tahun 2018 tersebut.

Oleh pihaknya, lanjut Hasanuddin, telah melakukan koordinasi dengan inspektorat Aceh utara untuk proses kelanjutan pembangunan.

“kita lakukan ini agar pembangunanya bisa segera di lanjutkan,” ungkapnya.

 

Nampak dalam gedung serba guna dan juga belum terpasang jendela, Selasa (17/12/2019) (Foto/Zaman Huri)

Menurut Hasanuddin, gedung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih saat melaksanakan musyawarah bersama

“seperti rapat perencanaan dan kegiatan desa lainnya,” jelasnya

Hal ini, tambah Hasanuddin, sudah ditangani oleh pihak inspektorat, dan diberi tempo selama dua bulan kepada yang bersangkutan supaya menyelesaikan kelanjutan pembangunan gedung serba guna hingga selesai.

” jika dalam masa waktu yang ditentukan oleh inspektorat belum juga terealisasi dilapangan, maka nanti kita tunggu sampai ada keputusan dari inspektorat proses hukum selanjutnya” pungkasnya. (Zaman Huri)

REKOMENDASI