Setuju Tambang, Tagore Abubakar di Kecam

  • Whatsapp

Direktur Pucuk Kuning, Ucox Kintero, Selasa (17/12/2019) (Foto/Mulia Arimukti)

Bener Meriah | republikaceh.com – Dewan Adat Gayo (DAG), Tagore Abubakar mendapat kecaman dari Direktur Pucuk Kuning, Ucox Kintero terkait statemen mendukung adanya tambang di negeri lingge.

Ucox mempertanyakan apakah Tagore Abubakar tidak memikirkan dampak adanya tambang untuk masyarkat kecamatan lingge.

“Saya rasa seorang mantan bupati Bener Meriah dan mantan DPRI tidak mungkin memaparkan positifnya saja tetapi negatifnya juga perlu dipikirkan kedepanya,” ungkap Ucox saat menghubungi republikaceh.com, Selasa (17/12/2019).

Saya tegaskan kepada tagore abubakar

Untuk penambahan pendapatan, lanjutnya, kehadiran tambang emas itu sendiri menguntungkan bagi masyarakat sekitarnya dan juga bagi pemerintah setempat serta perusahaan asing.

“Tidak bisa dipungkiri, penambang ilegal juga akan lahir. Jangan telalu memberi harapan kepada masyarkat sebelum memikirkan dampak kedepannya,” ujar Ucox

Perlu di ketahui, terangnya, dengan adanya tambang emas di negeri lingge juga akan sering menimbulkan beberapa masalah, diantaranya juga berdampak kepada lingkungan.

“Tambang emas di kelola oleh pemerintah maupun perusahaan asing dan penambang ilegal sudah pasti mengunakan bahan kimia berbahaya. Bahan yang di gunakan dapat merusak ekosistem dan dapat mengangu kesehatan manusia sendiri,” jelas Ucox.

Air Raksa, tambahnya, akan menjadi Salah satu bahan yang di gunakan untuk penambang mas.

Raksa tersebut yang digunakan pada saat pengelolaan bijih emas dapat terlepas ke lingkungan sekitar dan masuk ke dalam air sehingga ikut terbawa arus dan berdampak besar kepada manusia yang mengkomsumsi air, kemudian mengendap dalam tubuh.

Jika manusia mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh senyawaan raksa, ini sangat berbahaya bagi generasi negeri lingge.

“Saya rasa Tagore Abubakar terlalu cepat menghitung keuntungan kepada masyarakat, akan tetapi dampak untuk negeri lingge yang tercinta ini juga perlu dipikirkan. Janganlah hanya menguras isi negeri lingge saja tetapi selamatkan juga para generasinya,” tutupnya (Mulia Arimukti)

REKOMENDASI