Senator Fachrur Razi: Kehadiran Smart Desa Akan Mudah Mengontrol Pembagunan

  • Whatsapp

Senator Aceh, Fachrur Razi M.IP saat memberikan sambutan pada kegiatan Lauching Smart Desa di Aceh Utara, Selasa (18/12/2019) (Foto/Zaman Huri)

Aceh Utara | republikaceh.com – Senator asal Aceh yang saat ini menjabat Pimpinan Komite 1 DPD RI, H Fachrur Razi M.IP tampil sebagai Keynote Speaker pada acara Launching Smart Desa di Desa Blang Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara, Selasa (17/12/2019)

Dalam acara launching Smart Desa yang dibuka oleh wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf tersebut, di tandai dengan penabuhan rapai oleh Senator asal Aceh, Fachrul Razi MIP, Wakil Bupati Aceh Utara, anggota DPRA dan DPRK berikut unsur pimpinan SKPD, Forkopimda dan Muspika Kecamatan Matangkuli.

Dalam penyampaiannya, Senator Fakhrul Razi memberi apresiasi atas inovasi yang di gagas oleh masyarakat Desa Blang Matangkuli.

 

Senator DPD RI Fakhrul Razi, M.IP menabuh rapai pada acara launching smart Desa di Aceh Utara, Selasa (17/12/2019) ( Foto/Zaman Huri)

Dengan adannya aplikasi tersebut, kata Fakhrurazi, pelayanan masyarakat akan lebih maksimal dan mudah dikontrol terhadap realisasi penggunaan dana desa.

Untuk itu senator meminta setiap Desa yang ada di Aceh agar dapat mencetus berbagai program yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengimput seluruh informasi.

Dari itu dengan peluncuran program digitalisasi di gampong Blang ini, dapat di jadikan sebagai langkah awal untuk kemajuan di setiap gampong di Kabupaten Aceh Utara.

 

Para peserta Lauching Smart Desa bersama pembicara, Selasa (17/12/2019) (Foto/Zaman Huri)

” Saya pribadi sangat mendukung bila program ini untuk dikembang di seluruh Desa di Aceh, apalagi program tersebut mempermudah masyarakat dalam mendapatkan segala informasi yang di butuhkan,” ungkapnya

Dalam kesempatan itu, Fachrul Razi juga meminta kepada pemerintah daerah, agar dapat mengalokasikan dana untuk setiap daerah yang memiliki motivasi dan inovasi, agar setiap program yang di cetus oleh aparatur dan unsur kepemudaan di Desa tidak hanya mengandalkan pada dana desa yang di kucurkan oleh pemerintah pusat.

“Bila kita kaji dana ADD yang di kucurkan oleh pemerintah pusat ke setiap Desa belum mampu mengakomodir pemberdayaan masyarakat dan pembangunan, karena jumlah agaran tidak sesuai dengan jumlah yang di butuhkan, sehingga perkembangannya masih terkesan sangat lamban” ujarnya. (Zaman Huri)

REKOMENDASI