Ulama Dayah Aceh Jaya Gelar Muswil, Wakil Bupati Titip Amanah

  • Whatsapp

Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri S menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Jaya yang berlangsung di Aula Kantor Sekdakab setempat, Sabtu (21/12/2019)
(Foto/Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.com – Sejumlah Pimpinan Dayah tergabung dalam Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Jaya menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II berlangsung di Aula Kantor Sekdakab setempat, Sabtu (21/12/2019)

Pada pembukaan kegiatan tersebut juga dilaksanakan diskusi tentang Perbankan Syariah. Bertindak sebagai pemateri, Prof Dr Syahrizal Abbas MA serta turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri S dan Forkopimda setempat.

“Huda sebagai organisasi para ulama harus berperan aktif membantu dalam mewujudkan Gerbang Raja Sejati sebagai visi dan misi Pemerintah Aceh Jaya sekarang,” tutur Tgk Yusri S, kepada republikaceh.com, usai pembukaan berlangsung.

 

Para peserta pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Jaya yang berlangsung di Aula Kantor Sekdakab setempat, Sabtu (21/12/2019)
(Foto/Zahlul Akbar)

Menurutnya, Ulama Dayah berfungsi di segala aspek, sehingga bisa berkontribusi besar terhadap kehidupan sosial masyarakat terutama dalam pelaksanaan syariat Islam.

Selain itu, lanjutnya, Huda yang mayoritas di isi oleh Ulama dayah juga memilik peran penting dalam menyelesaikan berbagai permasalahan umat.

“Dengan adanya Huda diharapkan bisa berkontribusi menjadi lebih baik kepada Pemerintah maupun terhadap Masyarakat,” ujarnya.

Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri S beserta Forkopimda pada pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke II Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kabupaten Aceh Jaya yang berlangsung di Aula Kantor Sekdakab setempat, Sabtu (21/12/2019) (Foto/Zahlul Akbar)

Wakil Bupati Yusri juga berharap dengan keberadaan Huda dapat menjadi motor penggerakan terhadap penegakan syariat islam serta berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Aceh Jaya ke arah peningkatan ekonomi syariah.

“Pengurus Huda harus mampu memperkuat kapasitas pribadi untuk melakukan kajian ilmu secara rutin di tengah kehidupan bermasyarakat,” pintanya.

Sehingga, tambahnya, tidak ada ruang tempat dan ruang waktu bagi aliran menyimpang masuk ke dalam lingkungan masyarakat.

“kita bertanggung Jawab untuk menjaga dan mengarahkan masyarakat ke Mazhab Ahlussunah waljamaah,” pungkasnya. (Zahlul Akbar)

Berikut cuplikat vidionya:

 

REKOMENDASI