Bantahan Penyelenggara terkait Polimik Mubes Mahasiswa STAIN Meulaboh

  • Whatsapp

Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STAIN Meulaboh, Fauzi Kamal, (Foto/Ist)

Meulaboh | republikaceh.com – Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STAIN Meulaboh, Fauzi Kamal mengklarifikasi terkait polimik pelaksanaan Musyawarah Besar (MUBES) yang terjadi di kampus tersebut.

Fauzi Kamal, Ketua SEMA saat menghubungi republikaceh.com, Selasa (7/1/2020) Siang menyampaikan jika dari pihak penggurus SEMA periode 2018-2019 ingin mengklarifikasi mengenai pemberitaan salah satu media online dengan judul “ Panitia dan PJ menghilang, Mubes STAIN Meulaboh di gelar di depan pintu” ditayang pada hari Sabtu Sabtu, 4 Januari 2020.

“Penanggung jawab SEMA tidak membenarkan terekait salah satu pernyataan dari media online yang menyatakan bahwa panitia dan PJ menghilang terkait Mubes SEMA tersebut,” Ungkap Kamal.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu diluruskan mengenai Mubes yang dilaksanakan selama 2 hari, mulai dari Tanggal 14 sampai 15 Desember 2019.

Hari pertama Mubes berjalan lancar dengan terpilihnya saudara Aulia Ari Ananda sebagai Presidium sidang tetap. Pada hari ke dua, Mubes terjadi kericuhan, hal ini ditandai dengan terjadinya kontak fisik peserta sidang, rusaknya fasilitas negara dan ada peserta sidang yang pingsan.

“Mengingat kondisi persidangan sudah tidak kondusif, akhirnya pimpinan sidang memutuskan sidang dihentikan untuk waktu yang tidak ditentukan,” katanya.

Kembali dirinya melanjutkan, Panitia maupun penanggung jawab melihat bahwasanya ada keraguan, Bila sidang dilanjutkan, potensi konflik yang sama akan terjadi kembali.

Oleh karena itu, lanjutnya, Penanggung jawab Mubes bersama pimpinan sidang dan panitia membuat laporan tertulis pelaksanaan Mubes (Berita Acara) dengan salah satu isinya adalah alasan mengapa Mubes dihentikan.

“Dalam berita acara persidangan tersebut telah menjelaskan mengenai alasan Mubes dihentikan dan selanjutnya mengembalikan tanggung jawab sepenuhnya kepada pihak Kampus STAIN-TDM untuk ditindak lanjuti,” ujar Kamal

Aulia Ari Ananda, Presidium sidang saat menghubungi republikaceh.com via pesan singkat WhatsApp menanggapai dan membantah pernyataan saudara Disan Handika selaku Pimpinan sidang seperti tersebut pada Media Portal AcehSatuNews.com ditayang pada tanggal 4 Januari 2020.

Aulia menjelaskan jika Presidium sidang di pilih secarah sah oleh seluruh peserta Mubes melalui Forum tertinggi tersebut adalah dirinya bukan Distan Handika, pada hari pertama dilaksanakan musyawarah.

“Hal itu tidak dibenarkan. Pimpinan Sidang sesungguhnya adalah saya,” tegas Aulia.

Sementara itu, Ketua STAIN-TDM melalui Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Dr. Erizar, M.Ed saat dihubungi republikaceh.com via whatsApp mengukapkan jika pihak kampus tidak mengetahui adanya pelaksanaan Mubes susulan.

Dirinya juga mengkapkan, Pihak kampus yang memiliki otoritas, belum memutuskan kapan Mubes akan dilanjutkan kembali setelah setelah pasca terjadinya kericuhan pada waktu pelaksanaan.

“kita di dalam sebuah instansi memiliki mekanisme dan prosedur mengenai segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan. Oleh karena itu, Pihak kampus tidak menerima surat apa pun mengenai izin pemakaian Aula Kampus STAIN-TDM dari mahasiswa terkait pelaksanaan Mubes susulan,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pihak keamanan setempat ( Security Kampus ) menutup aula kampus karena tidak menerima instruksi izin pemakaian aula dari pimpinan Kampus.

“Mubes susulan tersebut tidak sah karena bukan instruksi dari kampus,” Pungkasnya. ( Redaksi )

REKOMENDASI