Maraknya Insiden Pembacokan, Pemerintah Aceh Jaya Didesak Serius Tanggulangi Orang Gila

  • Whatsapp

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Aceh Jaya, Irfan. (Foto/Ist)

Calang | republikaceh.com – Pasca Insiden pembacokan yang terjadi baru-baru ini di Kecamatan Pasie Raya dan Teunom, Aceh Jaya membuat sebagian warga lainnya di dua Kecamatan tersebut trauma.

Menyikapai kondisi tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Aceh Jaya, Irfan, mendesak Pemerintah Daerah setempat untuk segera mencari solusi untuk pemulihan Trauma pasca insiden tersebut, serta serius melakukan penanggulangan terhadap para warga mengalami gangguan jiwa yang sudah meresahkan bagi warga lainnya.

“Kita mendesak Pemerintah Aceh Jaya dalam hal ini Dinas terkait agar tidak main-main menyikapi persoalan ini,” ungkap Irfan saat menghubungi republikaceh.com, Kamis (9/1/2020) Sore.

Menurutnya, Maraknya kasus pembacokan dalam beberapa bulan terakhir ini oleh warga yang mengalami gangguan jiwa menjadi salah satu indikator lamahnya kinerja dinas terkait dalam mengakomodir permasalahan orang gila di Aceh Jaya.

Baca juga: Kembali Orang Gila Bacok Warga di Aceh Jaya

Jika di lihat UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pada BAB IV, Pasal 15 menerangkan, Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan lingkungan, tatanan, fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya

Sedangkan pada Pasal 149 juga menjelaskan, Penderita gangguan jiwa yang terlantar, menggelandang, mengancam keselamatan dirinya dan/atau orang lain, dan/atau mengganggu ketertiban dan/atau keamanan umum wajib mendapatkan pengobatan dan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Saat ini, sudah 5 warga menjadi korban pembancokan. Insiden ini terjadi di Kecamatan Pasie Raya dan Teunom. Kondisi ini membuat warga lainnya juga ikut trauma dan sudah berhati-hati saat hendak keluar rumah,” ujar Irfan.

“Kita mendesak Pemerintah Daerah khususnya dinas terkait untuk mencari solusi terkait permasalahan ini. Secara psikologis, warga sedang dalam keadaan ketakutan, lanjutnya.

Hal ini, tambahnya, jika tidak diselesaikan dengan cepat maka dikhawatirkan akan terus menimbulkan keresahan, sehingga kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas juga terganggu.

Baca juga: Irfan Pimpin PDI Perjuangan Aceh Jaya Periode 2019-2024

“Saya kira pemerintah daerah harus hadir untuk untuk menyelesaikan masalah ini. Pasalnya, Pemerintah bertanggungjawab dalam menciptakan keadaan nyaman bagi warganya,” ujar Irfan.

Selain itu, irfan juga menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap warga yang memiliki gangguan jiwa.

“Sebaiknya hindari dulu, perhatikan baik-baik aktifitas dari kejauhan bila berjumpa dengan mereka yang mengalami gangguan jiwa,” pungkas Irfan.

Untuk diketahui, Seorang guru pesantren dikabarkan menjadi korban pembacokan oleh seorang yang mengalami gangguan jiwa di Desa Panton Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, Rabu (8/1/2020)

Sedangkan pada sebelumnya dikabarkan sebanyak empat orang warga Tuwi Kareung, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya jadi korban pembacokan, di desa setempat, Minggu (29/12) pagi. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI