Kepala Desanya di Tahan, Emak-Emak di Aceh Utara Datangi Kantor Camat Lhoksukon

  • Whatsapp

Puluhan Emak-emak mendatangi Kantor Camat Lhoksukon dan seorang warga membawa poster bertuliskan Bebaskan Geusyik (Kepala Desa), Kamis (16/1/2020) (Foto/Ist)

Lhoksukon | republikaceh.com – Sejumlah Emak-emak berasal dari Desa Trieng Pantang Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara datangi Kantor Camat setempat, Kamis (16/1/2020).

Mereka menuntut pemerintah setempat membantu membebaskan Keuchik (Kepala Desa) Trieng Pantang, Hasanuddin yang ditahan karena kasus dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kedatangan masyarakat Trieng Pantang didampingi tokoh dari unsur Lembaga Tuha Peut setempat, Rahmad dan Iskandar.

Petugas Kepolisian dari Polres Aceh Utara sedang melakukan negosiasi dengan puluhan emak-emak yang mendatangi kantor Camat Lhoksukon, Kamis (16/1/2020) (Foto/Ist)

Emak-emak menilai, kasus bantuan sosial dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut merupakan kebijakan Kepala Desa untuk membantu warga miskin

Mereka menjelaskan, Kepal Desa Hasanuddin juga merupakan mantan aktivis mahasiswa Aceh Utara telah mengambil kebijakan yang menguntungan masyakat miskin, namun perbuatan tersebut dinilai melanggar hukum, sehingga menjadi tahanan jaksa.

Menurut warga, Hasanuddin telah menarik bantuan milik warga yang telah keluar dari Desa Trieng Pantang.

Petugas Kepolisian dari Polres Aceh Utara sedang melakukan negosiasi dengan puluhan emak-emak yang mendatangi kantor Camat Lhoksukon, Kamis (16/1/2020) (Foto/Ist)

Bantuan itu ditarik untuk diserahkan kepada warga miskin lain yang bukan penerima BPNT.

Kebijakan tersebut menurut warga telah dimanfaatkan sejumlah warga yang berbeda pandangan dalam pemerintah Desa Trieng Pantang, sehingga dia dilaporkan atas kasus penggelapan bantuan BPNT

Menurut warga, selama ini Hasanuddin selalu mendapat teror dari oknum warga, bahkan rumahnya pernah dirusak.

Puluhan emak-emak menduduki kantor Camat Lhoksukon, Kamis (16/1/2020) (Foto/Ist)

“Rumah Keuchik (Kepala Desa) dirusak pakai parang,” Ungkap Latifah (39), salah satu emak menadatangi kantor Camat, yang juga diakui puluhan ibu lainnya.

Mereka perihatin, setelah mendapat teror, malah ditahan karena kasus menarik bantuan milik penerima yang telah pindah

Warga mendukung, sebab bantuan itu diserahkan kepada warga miskin lain, yang lebih membutuhkan.

Petugas Kepolisian dari Polres Aceh Utara dan Unsur kantor Camat Lhoksukon sedang melakukan negosiasi dengan puluhan emak-emak yang mendatangi kantor Camat setempat, Kamis (16/1/2020) (Foto/Ist)

Hasanuddin merupakan Kepala Desa Trieng Pantang merupakan alumni Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STIA) Jamiatul Tarbiyah Lhoksukon, aktif sebagai aktivis mahasiswa, pada tahun 2013 Hasanuddin pernah menjabat Koordinator BEM Wilayah II se-Aceh.

Sementara itu, Camat Lhoksukon Saifuddin menegaskan, Hasanuddin menjadi tahanan karena kasus bantuan beras dan telur

Menurut dia, kasus tersebut sudah diminta diselesaikan secara kekeluargaan, namun upaya itu tidak selesai

“Pihak Kecamatan hanya bisa membantu upaya penangguhan, Sedangkan proses hukum jalan terus,” ungkap camat Saifuddin. (Zaman Huri).

REKOMENDASI