Abdya Dapat Tambahan Jatah Pupuk Subsidi

  • Whatsapp

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim saat meninjau para petani cabai, (Foto/Ist)

Blangpidie | republikaceh.com – Nasib petani lokal beberapa pekan belakangan selalu tidak menentu. Selain dengan harga jual padi naik turun, petani juga dihadapkan pada masalah pupuk.

Perihal ini hampir terjadi di seluruh indonesia terkena pemotongan pupuk subsidi, bahkan Bupati Abdya untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk mencoba meracik pupuk full organik dengan pupuk Ayahwa Akmal.

Bahkan, ada yang mengatakan Bupati Aneh terhadap kinerjanya, tapi dirinya tidak pernah putus asa dengan ujaran kebencian dan terus mencari solusi agar petani di Abdya hasil komoditas selalu membuahkan panen yang memuaskan.

Baru – baru ini Bupati Aceh Barat Daya ( Abdya ) Akmal Ibrahim,SH mengaku gembira atas dukungan Mentri Pertanian, Gubernur Aceh dan Kadis Pertanian Propinsi Aceh, jatah pupuk subsidi untuk petani Abdya naik drastis .

“Betapa tidak, Menteri ternyata sudah mendengar keluhan masyarakat terutama terhadap pemotongan pupuk subsidi dari pusat.

Untuk itu dirinya sangat merasa bersyukur atas apa yang telah disampaikan oleh Menteri dan Dinas Pertanian Aceh untuk memberikan jatah penamabahan pupuk.

Kegembiraan Bupati Akmal terlihat dari bagaimana dirinya menuangkan di akun Facebook pribadinya.

“Tentu ini semua tidak lepas dari nikmat apa yang diberikam oleh Allah, tulis Akmal, Sabtu (18/1/2020).

KABAR GEMBIRA UNTUK PETANI–Alhamdulillah, atas dukungan Menteri Pertanian, Gubernur Aceh, Direktur pupuk Deptan, dan Kadis Pertanian Propinsi Aceh, jatah pupuk subsidi untuk Abdya naik drastis. Ada jenis yg naik hingga 2 kali lipat, bahkan ada yg lebih.

Kabar ini sangat menggembiraka, dan membuat saya tenang. Sebab, saat hampir seluruh Indonesia terkena pemotongan pupuk subsidi, Abdya malah naik drastis. Alhamdulillah.

Rinciannya, jenis urea, jatah tahun 2019 sebanyak 1500 ton, tahun 2020 naik jadi 3200 ton. SP 36, dari 450 turun jadi 400 ton. ZA dari 700 ton naik jadi 1400 ton.
Yg paling tinggi kenaikan adalah NPK dan organik. NPK dari 1950 ton naik jadi 4700 ton, dan organik dari 500 ton naik jadi 2500 ton.

Saya berharap, tim pengawas pupuk Abdya, utamanya Dinas Pertanian dan Polres Abdya, dapat bekerja maksimum, menjamin amanah pupuk subsidi pemerintah ini sampai ke petani yg berhak.

Petani yg teraniaya karena tak dapat jatah pupuk, dapat melaporkan penyimpangan penyaluran pupuk pada Dinas Pertanian dan Polres Abdya.
Mari bersyukur karena Allah akan menambah nikmat pada orang2 yg selalu bersyukur. Amin. (Mustafa)

REKOMENDASI