Tradisi Tahunan Biliqual Al – Araf Blangpidie

  • Whatsapp

Para pengunjung pada acara tradisi tahunan Biliqual Al – Araf Blangpidie, Sabtu (18/1/2020) (Foto/Ist)

Blangpidie | republikaceh.com – Alas kuali dari batu-batu pipih putih, khas sungai Kabupaten Aceh Barat Daya, bersusun rapi membentuk pola geometris. Vas bunga hasil daur ulang dari botol bekas minuman, lampion, bingkai foto.

Semua itu dari barang bekas, terpajang rapi dan sangat menarik, di atas meja-meja dalam Ruang Aula PKK Abdya. Hiasan gantung warna warni menambah semarak suasana pagi yang indah.

Hari ini, Sabtu 18 Januari 2019, SD Bilingual Al-Araf Blangpidie menggelar acara tradisi tahunan mereka yang bertajuk “Market Day”

Pada tahun lalu penyelenggaraan digabung dengan TK/PAUD Al Araf yang berada dalam satu naungan Yayasan, maka tahun ini SD Al Araf mengadakan tampil beda yaitu Market Day secara mandiri.

“Ya, karena jumlah siswa kami terus bertambah, tak mungkin lagi bergabung dengan TK/PAUD,” kata Miss Julia Hamid, key officer acara Market Day SD Bilingual Al Araf, Sabtu (18/1/2020)

Ianya menjelaskan jika acara hari ini adalah upaya SD Al Araf untuk mengasah life skill siswa-siswi dalam kehidupan sosial, terutama yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi dan pasar.

“Kami membuat simulasi pasar sederhana. Anak-anak diperkenalkan dengan sistem Anjungan Tunai Mandiri dan cara-cara belanja barang kebutuhan. Sambil berbelanja di lapak-lapak yang digawangi para guru, para siswa sekaligus belajar matematika, akhlak dan pengelolaan emosi. Jadi, program tahunan ini menyimpan banyak sekali manfaat bagi siswa siswi kami.” Imbuh Ms Julia.

SD Bilingual Al Araf yang menerapkan sistem “belajar itu menyenangkan”, senantiasa berusaha mengasah kemampuan siswa sesuai bakatnya masing-masing.

“Insya Allah, kami menerima siswa apa adanya. Kelas-kelas kami adalah kelas inklusi, dimana kami juga mendidik anak-anak berkebutuhan khusus,” terang Ms Julia.

“Sudah menjadi komitmen Yayasan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak Abdya,” imbuh ibu Dien Fitrianti Meutia, SH, dari Yayasan Graha Ilmu yang memayungi SD Bilingual Al Araf. “Sistem Bilingual, dwibahasa, yang kami terapkan bertujuan mempersiapkan siswa siswi kita untuk menghadapi persaingan era global,” ungkapnya.

Kegiatan Market Day, lanjutnya, juga digunakan SD Bilingual Al Araf untuk lebih menyuburkan jiwa sosial siswa, Sebagian barang yang terpajang akan dilelang, dijual pada penawar tertinggi. Hasilnya kelak akan didonasikan pada mereka yang membutuhkan.

“Kalau barang-barang yang lain dibeli dengan uang simulasi,” kata Ms Julia.

Uang simulasi itu, tambannya, diperoleh siswa dari mesin ATM yag diatur rapi di ujung ruangan. Sedangkan barang-barang yang “dijual” di lapak Market Day merupakan karya siswa sendiri, dibantu oleh gurunya masing-masing.

“Tema kali ini adalah Reduce Reuse and Recycle,” jelas Ms Julia.

Menurutnya, Polusi yang disebabkan limbah barang produksi manusia sudah mencapai titik yang sangat mencemaskan dengan menggunakan barang-barang bekas sebagai bahan dasar kreasi untuk Market Day,

“kami bermaksud memberi pengertian pada anak-anak, mungkin juga masyarakat umum, bahwa sampah yang kita lempar setiap hari itu tidak hilang begitu saja,” paparnya. (Mustafa)

REKOMENDASI