Sengketa Tanah Warga di Abdya Berakhir dengan Keputusan PN Blangpidie

  • Whatsapp

Pengadilan Negeri Blangpidie saat membacakan putusan eksekusi tetang penetapan tanah dihadapan keluarga Nuran, Selasa (21/1/2020) (Foto/Ist)

Blangpidie | republikaceh.com – Proses sengketa tanah antara masyarakat dengan masyarakat Padang Bak Jok, Kecamatan Tangan – Tangan Kabupaten Aceh Barat Daya berbuntut panjang. Setelah melalui proses persidangan, kasus sengketa tanah tersebut memasuki babak eksekusi.

Dalam proses eksekusi tersebut ikut hadir Ketua Pengadilan Negeri Blangpidie, Zurnain, Kabag Ops, Kapolsek, Danramil Tangan -Tangan, Camat Tangan -Tangan, Jasmadi, Ketua Yara Abdya, Miswar,SH, Kepala Desa Padang Bak Jok, Muhammad Samman, anggota Polri/TNI dan seluruh masyarakat setempat.

Dalam proses persidangan, masyarakat berhasil memenangkan perkara atas tanah seluas 242 M. “Tanggal 3 September 2020, PN Blangpidie memenangkan perkara perdata kami melalui Surat Putusan Pengadilan No. 2/PDT.G/2019/PN-BPD.

Dengan dikeluarkannya putusan pengadilan tersebut tanah itu sudah sah milik masyarakat Desa Padang Bak Jok. Masyarakat berhak untuk menguasai lahan yang telah diklaim oleh milik keluarga Nuran.

Sebelumnya, lahan sempat diduduki oleh keluarga Nuran dengan melakukan penanaman pohon diatas lapangan bola kaki Padang Bak Jok, Kecamatan Tangan.

“Tadi saya sudah mengambil salinan putusannya ke Pengadilan Negeri (PN) Balngpidie , yang disertai cap basah,” kata Kepala Desa Muhammad Samman, saat dimintai keteranganya, Selasa (21/1/2020).

Langkah selanjutnya, ujar Samman, pihaknya sedangkan berkoordinasi dengan pihak PN untuk mengosongkan lokasi tersebut sesuai putusan.

Menurutnya, pengosongan itu belum di lakukan penggusuran, lantaran masih ada beberapa jenis tanaman yang sudah ditanam oleh keluarga Nuran, seperti pohon ubi, pohon pisang dan kelapa.

“Intinya setelah mereka panen tidak boleh lagi melakukan aktifitas karna tanah itu sudah milik masyarakat Padang Bak Jok,” tegasnya

Apalagi, lanjutnya, di lokasi juga telah dipasang pemberitahuan bahwa tanah tersebut telah di eksekusi berdasarkan penetapan pengadilan negeri balngpidie dengan no.1/pdt.eks/2020/PN.Bpd 21 Januari 2020 dan Jo No.2 Pdt.G/2019/PN Bpd tanggal 3 September 2019.

Kasus ini, tambahnya, sudah berapa kali di lakukan mediasi dengan keluarga Nuran, namun pihaknya tetap bersikeras dengan tanah itu.

Pada hal, Sambungnya, dulu persoalan ini pihak leluarga Nuran ( Ayah) sudah menjual tanah itu kepada masyarakat Padang Bak Jok dengan cara ganti rugi menggunakan padi.

Sementara itu, Camat Tangan -Tangan, Jasmadi mengatakan, dengan keputusan Pengadilan Negeri Blangpidie bahwa tanah itu sudah kembali kepada masyarakat padang Bak Jok.

Terkait persoalan eksekusi juga sudah dengan prosudur hukum apalagi sudah dilakukan pemasangan papan tanda milik masyarakat.

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat Padang Bak Jok khususnya keluarga bapak Nuran, dengan adanya keputusan hukum, mari sama-sama kita dukung dan saling menghormati dengan tidak melakukan aktifitas yang melawan hukum,” ungkapnya.

“Mari kita sama -sama berlapang dada karna semua saudara,jadi tidak perlu harus ada pertumpahan darah,” pungkasnya. (Mustafa)

REKOMENDASI