Bongkar Muat di Pelabuhan Calang Tidak Boleh di Hambat

  • Whatsapp
Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto dan Dandim 0114/Aceh Jaya, Letkol Czi Arif Hidayat saat bersama Pihak PT. Tuah Alfi Utama, Mansyah, di kios milik warga Desa Bahagia Kecamatan Krueng Sabee, Kamis malam (23/1/2020) (Foto/Republikaceh).

Calang | republikaceh.com – Aktifitas pembongkaran tiang pancang untuk proyek pembangunan PLTU 3-4 di Suak Puntung, Kabupaten Nagan Raya akan kembali berlansung di pelabuhan Calang.

Amatan republikaceh.com, Kamis malam (23/01/2020) di pelabuhan Calang, terlihat hadir perwakilan dari PT. Tuah Akfi Utama.

BACA JUGA

Tujuan Kehadiran mereka untuk mencari pihak pimpinan PT. IOT selaku pemenang tender proyek tiang pancang milik PLTU 3-4 di Suak Puntung, Nagan Raya.

Di lokasi, perwakilan PT. Tuah Akfi Utama melakukan pertemuan dengan Kapolres Aceh Jaya dan Dandim 0114 Aceh Jaya.

Pada pertemuan tersebut di sebuah kios milik warga setempat, di dekat pintu gerbang masuk pelabuhan Calang, Mansyah selaku perwakilan PT. Tuah Akfi Utama menyampaikan jika pihaknya meminta proses bongkar muat tahap kedua di pelabuhan Calang untuk ditunda sementara.

Menurutnya, sebelum di lakukan bongkar muat tahap kedua, pimpinan PT. IOT harus menjumpai pihaknya untuk menjelaskan terkait proses pemenang bongkar tiang pancang.

“Kami sudah datang ke kantor mereka, bahkan surat isomasi sudah kami layangkan, namun sampai saat ini juga belum mendapatkan kejelasannya. Kami telepon tidak diangkat, kami email pun tidak ada balasan dan sejauh ini, pihak mereka belum bisa di jumpai,” ungkap Mansyah.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Purwanto didampingi Letkol Czi Arief Hidayat dandim 0114 Aceh Jaya mengatakan, proses pembongkaran tiang pancang di pelabuhan Calang tidak boleh di hambat oleh siapapun.

Menurutnya, proyek pekerjaan tersebut merupakan proyek negara. Jadi, siapa pun dan dari pihak manapun tidak boleh menghalagi pekerjaan tersebut, apalagi menghentikannya.

“Jadi, kalau ada pihak yang merasa dirugikan, silahkan melaporkan ke penegak hukum untuk proses hukum,” ungkap AKBP Eko Purwanto.

Hal yang sama juga disampaikan Dandim 0114 Aceh Jaya, Letkol Czi Arief Hidayat.

Menurutnya, kalau ada pihak yang merasa dirugikan, silahkan laporkan ke pengadilan dengan data yang lengkap.

“Kiranya merasa dirugikan, bawa saja ke ranah hukum, biar nantinya pengadilan yang memutuskan,” terang Letkol Czi Arief Hidayat.

Pesan terakhir dari Dandim 0114 Aceh Jaya dan Kapolres Aceh Jaya jika pihaknya siap memfasilitasi pertemuan antara PT. Tuah Akfi Utama dengan PT.IOT untuk duduk bersama.

Semetara itu, Nurdin alias Din Raja Rimba selaku Humas PT. IOT saat dikomfirmasi republikaceh.com, menyampaikan jika pihaknya merasa sudah selesai dengan pihak PT Akfi Utama dan segala bentuk pembayaran sudah terselesaikan.

“kami (PT. IOT) tidak merasa ada masalah utang piutang dengan mereka (PT. Tuah Alfi Utama). Soal kontrak kerja, sudah kami lunasi sekitar 600 juta lebih. Jelasnya saya lupa, ada tertera di kwitansi pembayaran,” ujar Din Raja Rimba, Jumat (24/1/2020) di Calang.

Pembongkaran selanjutnya, Jelas Din, akan dilakukan oleh PT. Buana Citra Lestari dengan pembongkaran mencapai 7000 ton.

“Ini pembongkaran tahap kedua,” tuturnya.

Terkait jika ada kisruh dan situasi yang tidak di inginkan kemudian hari pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan.

“Kami percaya penuh kepada pihak mereka,” Pungkasnya. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI