Kekurangan TBS, PT Boswa Megalopolis Tampung Milik Warga

  • Whatsapp
Ilustrasi kelapa sawit ( AFP PHOTO / ADEK BERRY)

Calang | republikaceh.com – PT. Boswa Megalopolis hingga saat ini masih mengandalkan buah kelapa sawit atau Tandan Buah Segar (TBS) dari masyarakat. Pasalnya, lahan di Boswa belum produksi TBS hingga saat ini.

Pimpinan PT. Boswa Megalopolis melalui Humasnya, Husen Nurroini kepada republikaceh.com Sabtu (24/1/2020) mengaku masih rendah produksi Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah, dikarenakan masih keterbatasan material.

“Kita masih kekurangan material, untuk saat ini material yang masuk maksimal hanya sekitar 300 ton perhari, itu semua dari masyarakat,” kata Humas PT. Boswa Megalopolis,

Untuk saat ini, lanjutnya, produksi CPO di Boswa sangat rendah dikarenakan pihaknya hanya mengandalkan TBS yang dijual oleh masyarakat dengan harga tampung sekitar 1.500 hingga 1.600 rupiah perkilo.

“kita masih tampung diharga 1.500 hingga 1.600 rupiah sama warga,” ujar Husen.

Sementara, jelasnya, untuk pengiriman CPO, ada gradenya. jika harganya rendah akan dikirim ke Medan, Sumut. jika gradenya tinggi atau bagus (harganya sesuai) maka akan dikirim ke PT. Calang Sejati Indah selaku penampung CPO pantai barat selatan saat ini.

Pihaknya juga menegaskan jika kualitas produksi CPO nya bagus kita akan tetap mengirimnya ke PT. Calang Sejati Indah.

“Ya kalau selama ini kita juga sudah kirim ke PT. Calang Sejati Indah, namun jika kualitasnya jelek baru dikirim ke Medan, karena disana akan di campur untuk di olah lagi,” ungkapnya.

Selain itu, pihak PT. Boswa Megalopolis juga mengatakan akan mendukung Kabupaten Aceh Jaya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kedepan.

“Berbicara komit, kita tetap komitmen, dan kita juga akan menyusulkan ke Jakarta (pusat) terkait dengan dukungan KEK di Aceh Jaya ini,” pungkas Husen. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI