40 Jurnalis Muda Aceh di Timpa Ilmu Investigasi

  • Whatsapp
Jurnalis peserta sedang mengikuti pembukaan kegiatan Digital Investigative Reporting Training for Aceh Youth di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Rabu (5/2/2020) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh – Komunitas Muda Aceh Melek Media (KOMEMA) didukung oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar training sejak Rabu dan Kamis, 5 – 6 Februari 2020 bertajuk Digital Investigative Reporting Training for Aceh Youth di Aula Hotel Makkah, Banda Aceh.

Rahmat Saleh, sebagai alumnus of U.S. Department of State’s IVLP yang juga ketua pelaksana mengatakan bahwa training ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktikal tentang reportase investigasi yang berbasis digital.

“Training ini menitikberatkan pada aspek layanan publik di Aceh,” ungkap Rahmat kepada republikaceh.com usai pembukaan kegiatan berlangsung, Rabu (5/2/2020) di Hotel Mekkah.

Menurut Rahmat, banyak sekali aspek dari layanan publik di Aceh yang menarik dan penting untuk diwartakan dengan pendekatan investigatif.

Rahmat Saleh, sebagai alumnus of U.S. Department of State’s IVLP yang juga ketua pelaksana menyerahkan cendera mata kepada Jessica Panchatha, Deputy Consul, U.S. Consulate, Medan. Rabu (5/2/2020) (Foto/Ist)

“Jika ada praktik buruk dari sebuah kebijakan atau layanan publik, maka dapat dinvestigasi untuk mengungkapkan misteri di baliknya. Namun sebaliknya, jika ada praktik baik yang belum mendapatkan ruang di media, maka jurnalis juga semestinya memberikan apresiasi yang proporsional”, jelasnya.

Rahmat mengungkapkan, tantangan yang dihadapi oleh jurnalis saat ini semakin berat sebagai konsekuensi dari perubahan platform media ke digital.

“Everybody now is being a journalist, akibatnya publik cenderung disuguhi berita tanpa data yang lengkap bahkan cenderung partisan untuk isu-isu tertentu”, paparnya.

Lebih jauh rahmat mengatakan bahwa ketergantungan publik kepada media digital semakin meningkat, sehingga pemanfaatan media digital juga perlu dimbangi dengan konten yang bermanfaat untuk publik.

DR. Taqwaddin, SE, SH, MS.
Kepala Ombudsman R.I. – Aceh menjadi Narasumber pertama sedang memberikan materi kepada peserta kegiatan Digital Investigative Reporting Training for Aceh Youth di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Rabu, (5/2/2020) (Foto/Maiyulis)

“Disinilah titik krusial jurnalisme investigasi untuk menghadirkan konten berita yang bermutu, ditunjang dengan data yang valid dan lengkap, narasumber yang berimbang, dan membuka mata publik tentang suatu peristiwa”.

“Jurnalisme Investigasi tidak selalu harus berurusan dengan politik tingkat tinggi, skandal, mega korupsi, tetapi justru kita perlu lebih jeli melihat isu-isu yang terdekat dengan lingkungan kita yang kita juga merasakan dampak langsungnya dari sebuah layanan publik misalnya,” imbuh Rahmat.

Training yang dibuka langsung oleh Jessica Panchatha, Deputy Consul, U.S. Consulate, Medan, melatih 40 peserta yang berasal dari kalangan jurnalis muda di Aceh juga perwakilan beberapa student journalist dari Perguruan Tinggi di Aceh.

Jessica dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat sangat mendukung berbagai program pengembangan kapasitas jurnalis di Indonesia termasuk di Aceh.

Adi Warsidi, Jurnalis TEMPO, sedang memberikan materi kepada peserta kegiatan Digital Investigative Reporting Training for Aceh Youth di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Rabu, (5/2/2020) (Foto/Maiyulis)

“Kami senang sekali dapat bekerja sama dengan Rahmat dan timnya untuk memberikan ketrampilan investigatif kepada para jurnalis muda di Aceh,” ungkap Jessica dalam bahasa inggris yang sudah diterjemahkan

Selain Rahmat Saleh selaku Ketua KOMEMA, Training ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya yaitu Dr. Taqwadin, Kepala Ombudsman R.I. Prov. Aceh, Adi Warsidi, jurnalis TEMPO, Hotli Simanjuntak, Jurnalis The Jakarta Post dan Maimun Saleh, Pimred masakini.co.

Paska training, peserta diberikan kesempatan untuk mendapatkan Beasiswa Reportase Investigatif secara kompetitif untuk 2 orang dengan usulan proposal liputan terbaik dengan nominal beasiswa senilai 10 juta rupiah. (Maiyulis)

Jurnalis peserta Digital Investigative Reporting Training for Aceh Youth bersama Penyelenggara, Rabu (5/2/2020) (Foto/Ist)

REKOMENDASI