Diam Diam, PT. Laot Bangko Lakukan Take Over

  • Whatsapp
AREAL Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit PT Laot Bangko di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam yang dibuka dan sebagian sudah ditanami. Foto direkam, Senin (7/5/2018). (Foto: Serambinews.com/Khalidin)

Subulussalam|republikaceh – Banyak kalangan di Pemko Subulussalam mempertanyakan status  perusahaan perkebunan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT.Laot Bangko seluas 6.818 Hektar di wilayah itu, karena di kabarkan telah berubah managemen.

Pasalnya, sejauh ini bila ada yang bertanya terkait status HGU PT.Laot Bangko di setiap acara rapat yang di gelar di Kota Subulussalam belum ada pernyataan resmi bahwa perusahaan tersebut berstatus Take Over atau Akuisisi.

Akan tetapi, dari hasil penelusuran yang di lakukan republikaceh.com sepekan terahir ini, ternyata HGU PT. Laot Bangko tersebut telah resmi di lakukan Take Over (Di jual ke pihak lain) sejak Tiga tahun lalu.

“Dalam Tiga tahun ini kita kan sudah take over loh, makanya sudah banyak perubahan. Kalau lu tidak percaya silahkan tanya beberapa karyawan lama, mereka sudah terima pesangon dari kita, ada yang bisa buat rumah, ada juga beli motor baru, pokonya mereka banyak menerima pesangon lah” sebut salah seorang pihak Managemen PT.Laot Bangko berinisial S kepada republikaceh.com di ruang kerjanya beberapa hari lalu.

Dirinya  memaparkan, Kehadiran PT.Laot Bangko melalui ‘Managemen baru’ sudah banyak membuat peningkatan dan perubahan ke arah yang lebih baik. Misalnya kata dia, menampung tenaga kerja dan masih banyak manfa’at lainnya untuk masyarakat. Bahkan ucap dia, terkait urusan pajak untuk daerah, pihak PT.Laot Bangko telah menyelesaikan seluruhnya.

“Semuanya sudah kita selesaikan, kalau urusan pajaknya silahkan di tanya sama orang perpajakan, mereka Kantor pajak yang lebih tau itu” imbuhnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Subulussalam Drs.H Salbunis,M.AP kepada republikaceh.com di ruang kerjanya menyatakan, Pihak Managemen PT.Laot Bangko sama sekali tidak ada membayar BPHTB terhadap daerah atas status perusahaan tersebut telah Take Over.

Alasan mereka, kata Salbunis, Managemen PT Laot Bangko hanya beralih kepemilikan saham tetapi tidak berubah nama, sehingga mereka (PT. Laot Bangko) merasa tidak terbebani biaya BPHTB untuk daerah. Bahkan lanjut dia, persoalan ini pihaknya pernah mempertanyakan kepada pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Subulussalam, bahwa managemen PT.Laot Bangko tidak berkewajiban membayar BPHTB.

“Kata mereka (PT.Laot Bangko) tidak melakukan Take Over, tetapi hanya berubah kepemilikan saham saja. Sehingga tidak berkewajiban membayar BPHTB untuk daerah, bahkan kita pernah menagih kepada pihak kantor pajak, orang kantor pajak juga mengatakan demikian” kata Salbunis.

Sebelumnya, Direktur PT.Laot Bangko Subulussalam  Win Alamsyah Ariga di konfirmasi Wartawan republik.com via aplikasi WhatsApp  tidak bersedia menjawab, beberapa pertanyaan yang di ajukan Waratawan telah di baca namun tidak dibalas hingga berita ini di kirimkan. (Sinaga)

REKOMENDASI