GIAR Gelar Dialog Publik Refleksi Persoalan Ekonomi dan Kemiskinan di Aceh

  • Whatsapp
Para peserta diskusi sedang menyimak pemaparan materi, Sabtu (22/2/2020) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh – Gerakan Independen Advokasi Rakyat (GIAR) menggelar dialog publik bertajuk tema “Refleksi Perekonomian Aceh: Realitas dan Solusi”. Diskusi tersebut berlangsung di D’ Rodya Cofee Simpang Jambo Tape, Kota Banda Aceh. Sabtu (22/2/2020) siang.

Diskusi tersebut diselenggarakan Para pemuda Aceh yang tergabung dalam GIAR dengan menghadirkan tiga pembicara diantara Andi HS dari Politisi Partai Golkar/ Mantan Aktivis 98, Wakil Dekan I FEBI UIN Ar-Raniry Dr. Hafas Furqani, M.Ec, dan Pakar Sosiologi Pedesaan/ Guru Besar Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. A. Humam Hamid, M.Sc.

Acara yang di moderatori oleh Dosi Elfian tersebut dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari mahasiswa, pengusaha, politisi, aktivis, jurnalis.

Maulidawati, Koordinator acara mengatakan, diskusi terkait masalah pembangunan dan perekonomian Aceh perlu dilakukan oleh semua stakeholders yang bertujuan untuk mencari solusi dan formulasi terhadap permasalahan yang terjadi Aceh baik di bidang pembangunan, ekonomi dan kemiskinan.

“Seperti kita ketahui, Aceh masih menempati provinsi termiskin di Sumatera dan nomor enam Se Indonesia. Per September 2019, jumlah penduduk miskin di Aceh mencapai 810.000 orang atau 15,01 persen. Kondisi ini sangat miris, dan tentunya menjadi beban moral bagi kita selaku masyarakat Aceh.

Karena itu, lanjutnya, diskusi-diskusi semacam ini perlu digagas guna mendapat ide-ide yang menjadi masukan bagi kita, pemerintah, serta mendapat wawasan dalam memutuskan mata rantai kemiskinan. Harapannya, Pemerintah Aceh lebih giat bekerja dalam pengentasan kemiskinan ini.

Disamping itu, Ketua GIAR, Dedi Saputra yang juga mantan Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry menyampaikan, kondisi Aceh hari ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah saja, namun juga tanggung jawab seluruh stakelhorder baik pemerintah, pengusaha, akademisi, maupun tokoh-tokoh politisi.

“Semua stakeholders di Aceh harus bersatu melawan kemiskinan,” ujarnya. (Sudar).

REKOMENDASI