Kapolda Aceh Pimpin Pemusnahan Ladang Ganja di Gayo Lues

  • Whatsapp
Kapolda Aceh saat melakukan pemusnahan ganja di Kabupaten Gayo Lues, Rabu (4/3/2020) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil, melakukan pencabutan dan pemusnahan ladang ganja di Kabupaten Gayo Lues, Rabu (4/3/2020)

Kehadiran Kapolda Aceh tersebut dalam rangka kunjungan sehari bersama rombongan yang berangkat melalui Bandara SIM dengan menggunakan Helikopter TNI.

Rombongan yang mendampingi Kapolda Aceh, yaitu Karo Ops Polda Aceh, Kombes Pol Dedy Irianto, S.H M.H,
Dirresnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat S.IK, M.H, Wadansat Brimob, Akbp Brury Soekotjo Adhyakso Putro S.IK, Adc Kapolda Aceh, Briptu Joko Nugroho, Anggota Bid Humas Polda Aceh, Brigadir Habibi dan insan pers.

Sesampai di Gayo lues, Rombongan Kapolda Aceh disambut Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru,
Kapolres Gayo Lues Akbp Rudi Setiawan S.IK, M.SI, Wakil Ketua DPRK Gayo Lues H.Ibnu Hasyim S.Sos, Kepala Pengadilan Said Tarmizi S.H M.H, Danramil Blangjerango Kapten Inf. Feri Wandra, Para Kabag, Kasat, Kasie, Kapolsek dan Bintara Tinggi Jajaran Polres Gayo Lues Danki Brimob Kompi 4 Batalyon C Iptu Faisal Naim dan seluruh Personel Polres Gayo Lues.

Kapolda Aceh saat berada di Mapolres Gayo Lues menyampaikan arahan kepada personel Polres Gayo Lues, diantaranya mengatakan dalam Minggu ini dirinya akan ke Polres Aceh Singkil, Polres Subulussalam dan Polres-polres jauh yang mugkin tidak pernah diliat oleh Pimpinan.

Kapolda Aceh saat melakukan pencabutan pohon ganja, Rabu (4/3/2020) (Foto/Ist)

“Saya mengajak semua, karena sudah mendapatkan anugrah menjadi seorang anggota polri. Karena, menjadi seorang anggota polri itu tidak mudah,” ungkap Kapolda.

Kapolda kembali mengatakan, bukan suatu kebanggaan ketika memberhentikan seorang anggota polri dari dinas kepolisian karena banyak anggota keluarga dibelakang mereka yang akan bersedih,

“yang rugi, kalau anggota dipecat bukan kapolda, bukan karo ops maupun yang lainnya, yang rugi adalah keluarganya sendiri,” lanjutnya.

Menurutnya, Betapa bangganya keluarga ketika dilantik menjadi seorang anggota polri. ketika melakukan sebuah pelanggaran, ingat anak istri, sehingga tidak melakukan pelanggaran.

Kapolda Aceh bersama rombongan menyebrangi sungai saat menuju ke lokasi pemusnahan ganja, Rabu (4/3/2020) (Foto/Ist)

Banyak orang ingin menjadi anggota polri tapi tidak semudah yang dibayangkan, maka ketika sudah menjadi anggota polri marilah disyukuri.

Tugas seorang anggota polri adalah sangat mulia sebagai pelindung, pengayom dan pelayan Masyarakat serta penegakan hukum.

Tidak ada anggota polri yang terlibat menjadi pemakai, tidak ada anggota polri yang menjadi pengedar dan tidak ada anggota polri yang menjadi jaringan narkoba.

“Saya tidak bangga memecat seorang anggota, saya tidak ingin memecat seorang anggota polri, akan tetapi ketika sudah melakukan pelanggaran berupa terlibat narkoba maka dengan sangat terpaksa saya harus memecat anggota tersebut,” kata Kapolda.

Kapolda Aceh membakar sejumlah pohon ganja, Rabu (4/3/2020) (Foto/Ist)

Dirinya menambahkan, memberantas ladang ganja merupakan pejuang kemanusiaan, kita sudah menyelamatkan berapa generasi kedepannya.

“Kita harus selalu bergembira jangan wajah-wajah cemberut, yang di depan saya tidak ada yang ganteng, tapi walaupun tadak ganteng berusahalah untuk tersenyum, supaya Masyarakat senang melihatnya,” Jelas Kapolda.

Dirinya mengarahkan, Laksanakan tugas dengan gembira, otak kita ini ketika kita tidak gembira yang ada hanyalah beban, maka laksanakan semua tugas-tugas kita dengan gembira dan ikhlas.

“Tugas menjadi seorang polri itu banyak ruang ibadahnya, yang penting niat kita baik dan kita ikhlas melaksanakannya dan hindari perilaku-perilaku kita yang menyakiti Masyarakat, kata Kapolda lagi. (Rilis)

Kapolda Aceh menyakan tolak terhadap narkotika di lokasi pemusnahan ganja, Rabu (4/3/2020) (Foto/Ist)

REKOMENDASI