Rekomendasi Hambat Janda di Abdya Terima Modal Usaha

  • Whatsapp
Halijah didampingi anaknya, Senin (9/3/2020) (Foto/Ist)

Blangpidie | republikaceh – Seperti kata pepatah “Sudah jatuh tertimpa tangga pula” rupanya kalimat ini sangat tepat dirasakan oleh seorang janda yang menghidupi dua anak yatim di Desa Padang Geulumpang, Kecamatan Jeumpa, Kabuaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Pasalnya, sudah tinggal di rumah sederhana milik keluarga besar, mereka juga terancam tidak mendapat bantuan modal usaha dari Baitul Mal Kabupaten Abdya, yang disebabkan oleh Kepala Desa setempat yang diduga menolak menekan rekomendasi bantuan tersebut.

Halijah (40) yang dikonfirmasi awak media mengungkapkan , dirinya diminta oleh pihak Baitul Mal Abdya untuk membuat permohonan yang harus diteken oleh keuchik gampong. Namun, setelah permohonan tersebut selesai, saat dirinya meminta tekenan dari keuchik, keuchik tidak menekennya.

“Saya antar sejak tanggal 27 Februari 2020, namun sampai tanggal 7 Maret belum diteken, alasannya tidak ada stempel,” akui Halijah. Senin (9/3/2020).

Setelah itu, lanjut Halijah, permasalahan itupun disampaikannya kepada pihak Baitul Mal Abdya saat hendak mengambil proposal permohonan tersebut. “Saya katakana ke mereka, belum ditekan sama keuchik, lalu mereka pun menjumpai keuchik dengan membawa permohonan saya,” katanya.

Lebih lanjut disebutkan, setelah pihak Baitul Mal Abdya menyumpai keuchik, pihak Baitul Mal menyampaikan kalau keuchik sudah mau menandatangani permohonan tersebut, asalkan diantar kembali oleh dirinya.

“Setelah mendengarkan perihal itu, saya kembali lagi ke keuchik, namun keuchik malah tidak mau meneken juga, dia bilang saya ikut menandatangani mosi tidak percaya terhadap keuchik,” jelas Halijah.

Sementara itu, Kepala Baitul Mal Abdya, Wahyudi Satria melalui Kabid Pendataan Baitul Mal Abdya, Syamsul Kamal, membenarkan ihkwal tersebut kalau permohonan atas nama Halijah warga Padang Geulumpang, Kecamatan Jeumpa hingga batas akhir verifikasi belum diteken oleh keuchik setempat.

“Kita sudah berupaya, bahkan kita sudah meminta keuchik untuk menekennya, kita datang langsung ke keuchik, sama kita dibilang mau meneken, tapi saat kami ambil permohonannya juga belum ditandatangani,” demikian ungkanya.

Secara terpisah,Keuchik Desa Padang Geulumpang,Hasballah menuturkan,terkait adanya isu tentang dirinya tidak mau menandatangi permohonan bantuan janda di desanya itu tidak benar.

“Itu tidak benar,karna sebelum saya menandatangi saya slsuruh dulu ke sekdes untuk diverifikasi setelah itu baru dibawa ke saya untuk diteken,”jelasanya.

Lebih lanjut kata Hasballah,pada saat itu Halijah hari Jum’at (6/3) membawa profosal untuk diminta teken tapi saya bilang karna waktu itu saya ada kesibukan maka saya menyuruhnya untuk diverifikasi dulu sama sekdes dan hari seni balik kesaya untuk diteken,tapi sampai hari senin dirinya tidak datang,”ungkapnya.

Kendati demikian dirinya mengaku,untuk selama ini kita juga sering memberikan bantuan kepadanya,baik bantuan anak yatim,fakir miskin dan lainya kita tetap bantu.

Tapi kalau dirinya mengatakan tidak mau teken permohonan bantuan itu saya juga binggu,”demikian tutup keterangannya. (Mustafa)

REKOMENDASI