Rumah Kepala Desa di Abdya Dilempari Taik Kerbau

  • Whatsapp
Ilustrasi (dok. Riau Online)

Blangpidie | republikaceh – Rumah Kepala Desa Padang Geulumpang Kecamatan Jeumpa Kabupaten Abdya di teror menggunakan taik kerbau.

Pasalnya, sebagian masyarakat menilai sistem kepemimpinan keuchik gampong itu sudah tidak sesuai lagi dengan harapan.

Sehingga, masyarakat mengajukan surat mosi tak percaya yang ikut ditandatangi oleh masyarakat setelah itu surat akan diserahkan kepada camat.

Namun, kasus itu kembali membesar setelah kepala desa tidak mau menandatangani surat rekomendasi terhadap salah seorang janda dan fakir miskin.

Kepala Desa Padang Geulumpang Hasballah yang dikonfirmasi awak media, Selasa (10/3/2020) membenarkan setelah dilakukan mosi tak percaya sepuluh hari kedepan.

“Sampai rumah saya diteror dengan kotoran kebau, bahkan berlumuran di depan rumah,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan jika Sebenarnya permasalah ini tidak ada sama sekali hubungan dengan tidak di tandatangan surat rekomendasi bantuan seorang janda.

Kepala Desa Padang Geulumpang Kecamatan Jeumpa Kabupaten Abdya, Hasballah (Foto/Ist)

Dirinya menyampaikan bila ada masyarakat yang ingin meminta untuk diteken, dirinya selalu siap, apalagi menyangkut dengan kepentingan masyarakat.

“Iya, Benar, ini hanya persoalan mosi tak percaya yang dilayangkan oleh sejumlah masyarakat terhadapnya,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku kasus ini sudah di lapor ke penegak hukum untuk ditindaklanjuti, namun hingga saat ini, penegak hukum belum melakukan tindakan terhadap pihak pelaku yang melempari kotoran dirumahnya itu.

Ia juga mengaku, bahwa ada sebagian warga yang menandatangani surat mosi tidak mengetahui apa -apa.

Hasballah mencotohkan, misalnya di Dusun I, si A dekan dengan si B , maka dia meminta si A untuk tanda tangan surat mosi tersebut ke si B.

“Maksudnya surat yang ditandatangani oleh warga itu penjelasannya tidak jelas, tujuannya mereka juga tidak tau. Bahkan saat saya panggil masyarakat tersebut dan menanyakan apa benar orang ini mau turunin saya dari kepala desa dan saya juga menanyakan, kalau memang tidak mau menurunkan saya, kenapa bisa tandatangani surat mosi itu, mereka menjawab, saya hanya disuruh dari sipulan kalau tidak tanda tangan maka akan di ancam,” papar Hasballah. (Mustafa)

REKOMENDASI