Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Di Pasar Inpres Lhokseumawe Mulai Naik

  • Whatsapp
Aktivitas di pasar inpres kota Lhokseumawe, Senin (18/5/2020) (Foto/Ist)

Lhokseumawe | republikaceh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe mulai bergerak naik, Senin (18/5/2020).

Dari berbagai sumber yang dihimpun republikaceh.com, di lapangan, memasuki minus H 5 lebaran, minat beli masyarakat terus meningkat, sehingga berdampak pada harga sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga.

BACA JUGA

Seperti harga beras, saat ini Rp 9.600 per kg naik dari yang sebelumnya Rp 9.300 per kg, minyak makan naik dari Rp 9.800 per kg menjadi Rp 10.000 per kg, Telur ayam Rp 35.000 per papan naik menjadi Rp 36.000.

Selain itu, Gula pasir naik dari harga sebelumnya Rp 17.900 per kg menjadi Rp 18.000, ayam Rp 50.000 per ekor menjadi Rp 55.000 per ekor, sementara daging sapi masih bertahan Rp 135.000 per kg.

Sementara harga bawang merah mengalami penurunan dari harga sebelumnya Rp 65.000 per kg menjadi Rp 42.000 per kg, bawang putih harga sebelumnya Rp 38.000 menjadi Rp 28.000 per kg, cabe merah keriting masih berkisar Rp 20.000 per kg, cabe rawit turun harga dari Rp 40.000 menjadi Rp 36.000 per kg, kentang masih berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per kg, wortel Rp 8.000 per kg, tomat naik Rp 2.000 per kg, harga sebelumnya Rp 8.000 per kg menjadi Rp 10.000 per kg, kacang panjang naik harga tembus Rp 7.000 per kg, padahal sebelumnya harga kacang panjang hanya berkisar Rp 4.000 per kg.

Lonjakan harga terjadi pada ikan basah, harga ikan tuna saat ini Rp 30.000 per kg naik dari yang sebelumnya Rp 25.000 per kg, Ikan biji nangka dari harga Rp 25.000 per kg naik menjadi Rp 30.000 per kg, Ikan dencis naik dari Rp 20.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg, Kakap Seri Rp 50.000 per kg naik menjadi Rp 55.000 per kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada udang basah yang berkisar Rp 5.000 per kg, seperti udang vaname ukuran sedang dari Rp 55.000 per kg naik menjadi Rp 60.000 per kg, vaname ukuran besar Rp 70.000 menjadi Rp 75.000 per kg,

Harga ikan bandeng tidak mengalami kenaikan harga, masih bertahan pada kisaran Rp 28.000 per kg, sedangkan harga ikan tongkol masih anjlok pada kisaran Rp 5.000 per kg.

Safaruddin (44) salah seorang pedagang ikan di pasar pagi pajak Inpres Kota Lhokseumawe, kepada republikaceh.com menyebutkan, kenaikan harga ikan dipicu oleh pemintaan pasar meningkat, sementara ketersediaan ikan sangat terbatas akibat Angin kencang dan gelombang pasang tinggi.

“Memasuki minggu terakhir ini, jumlah permintaan ikan meningkat, tapi ketersediaan ikan sangat terbatas makanya harga jadi naik.” ungkapnya.

Sementara itu, Vina (46), padagang di pasar sayur mengungkapkan, harga sayur mayur masih stabil, kecuali hanya beberapa jenis saja yang mengalami kenaikan.

“Hingga hari ini, harga sayur mayur masih tergolong normal seperti biasa. misalkan buah kol, cabe, wortel, sawi, buncis, daun Sop dan beberapa jenis sayur lainnya belum ada kenaikan harga, yang mengalami kenaikan harga hanya tomat.” jelasnya. (Zaman Huri)

REKOMENDASI