Gelapkan Motor Berstatus Kredit, Warga di Abdya Masuk Penjara

  • Whatsapp
Reppresentative Head PT. Federal International Finance (FIF) Blangpidie, M Reza Pahlevi saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Blangpidie, Selasa (16/6/2020) (Foto/Mustafa)

Blangpidie | republikaceh – Jangan coba-coba menggelapkan kendaraan yang masih memiliki tanggungan kredit, bisa runyam akibatnya. Seperti yang dialami dua warga Abdya ini.

HF alias Kancil, warga Desa Adan Kecamatan Tangan -Tangan, Aceh Barat Daya di vonis selama 1 tahun 3 bulan masa kurungan akibat menggelapkan motor kredit jenis Beat

BACA JUGA

Rekan HF, AG, warga Desa Lhok Putoy Kecamatan Manggeng di vonis masa kurungan penjara selama 8 bulan, karena terbukti melakukan penadahan terhadap sepeda motor honda Beat tersebut.

Ketua majelis hakim Zulkarnain, SH, MH dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Blangpidie mengungkapkan terdakwa terbukti bersalah di karenakan telah melakukan tindak pidana penggelapan dan penadahan unit jaminan fidusia yang statusnya belum sepenuhnya milik terdakwa.

Menurutnya, terpidana melanggar UU Fidusia pasal 36 tentang penggelapan dan pasal 372 KUHP. Dia memiliki tanggungan kredit motor, namun berniat lari dari tanggungjawab.

“Bukannya diselesaikan secara baik-baik dengan perusahaan jasa keuangan terkait, namun justru pelaku digadaikan dan dipindah tangankan tanpa izin,” ujarnya saat persidang berlangsung.

Reppresentative Head PT. Federal International Finance (FIF) Blangpidie, M Reza Pahlevi saat dikonfirmasi menyampaikan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi warga Abdya yang memiliki tanggungan kredit.

Dia menjelaskan HF masih memiliki tanggungan kredit motor yang belum lunas, namun nekat digadaikan.

“Dia (HF) memiliki hutang kredit motor, namun saat ditagih, dia malah berupaya melakukan penadahan kepada orang lain ,”ujarnya Reza.

Lebih lanjut Reza mengungkapkan, terdakwa HF telah melakukan penggelapan satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BL 4139 CN dengan nomor mesin JFZ1E2428437 yang di beli dengan secara kredit ke PT Federal International Finance (FIFGROUP) Blangpidie.

Reza menambahkan, Penggelapan dilakukan HF dengan motif awal adalah melaporkan ke Polsek Tangan-Tangan jika sepeda motor tersebut telah hilang. Selanjutnya mengajukan asuransi kepada FIFGROUP Blangpidie pada bulan Agustus 2019, sehingga terdakwa mendapatkan manfaat asuransi.

“Ternyata setelah di lakukan penyelidikan oleh pihak Polsek Tangan tangan, unit tersebut sudah di jual kepada terdakwa AG.”

“Bedasarkan temuan tersebut, kita selaku Represetative Head melaporkan kasus tersebut ke Polsek Tangan – Tangan Polres Aceh Barat Daya pada tanggal 5 Januari 2020 dengan surat tanda penerimaan laporan nomor : STPL/01/I/2020/RES ABDYA/POLSEK TANGAN TANGAN/SPKT,” tutupnya. (Mustafa)

REKOMENDASI