Tim Gabungan BNN Ungkap Sindikat Narkoba Internasional di Aceh dan Sumut

  • Whatsapp
Tim gabungan BNN dan Bea Cukai yang ada di Sumut dan Aceh saat menggelar konferensi pres (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh – Tim gabungan BNN dan Bea Cukai yang ada di Sumut dan Aceh menggagalkan peredaran gelap narkotika sabu sebanyak 37 bungkus yang terbungkus dalam teh Cina warna hijau di Medan, Sumut dan Bireun, Aceh.

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat akan adanya penyelundupan sabu yang di bawa dari Malaysia dan masuk ke perairan Kuala Bireuen yang rencananya akan diedarkan di Aceh dan Sumatera Utara.

“Dari hasil penyelidikan Kamis kemarin tim menduga kapal yang menjadi target akan masuk perairan Aceh pada Jumat atau Sabtu. Menindaklajuti hal itu, tim berkoordinasi dengan Kanwil BC Aceh,” ujarnya dalam rilis Senin (29/6/2020).

Kanwil Bea Cukai Aceh pun menggerakkan kapal patroli laut Bea Cukai BC 15021 dan BC 20011 untuk melakukan upaya pemantauan di laut atas informasi STS (Ship to Ship) narkotika oleh kapal nelayan jenis oskadon di perairan Malaysia.

Pada Sabtu (27/6/2020) kemarin sekitar pukul 16.30 WIB, tim gabungan memantau pergeseran dua tersangka dan sejumlah barang bukti narkotika ke arah Medan yang pada akhirnya tim mengamankan tersangka MF dan MR di Binjai, Sumatera Utara bersama barang sabu sebanyak 29 bungkus sabu yang disimpan dalam dua buah karung.

“Dari hasil penyilidikan, barang bukti tersebut akan dibawa menuju Sumatera Utara dengan menggunakan mobil yang dikemudikan akan diserahkan kepada seorang penerima yang ada di Sumatera Utara,” katanya.

Dari keterangan tersangka MF dan MR, petugas kemudian mengamankan BW dan AM di Area parkir Carrefour Plaza Sumatera Utara. Tersangka BW dan AM adalah penerima narkotika di Medan.

Kemudian pengembangan kasus pun dilanjutkan ke wilayah Bireuen Aceh dan diamankan delapan bungkus sabu yang disembunyikan oleh RZ di gudang milik MRU yang berada di Kecamatan Jeumpa, Bireuen.

Para pelaku dan barang bukti yang ditemukan diamankan ke Kantor BNN RI untuk diperiksa lebih lanjut. Dengan diungkapnya kasus ini, BNN berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di Malaysia dalam pengembangan penyelidikan karena terindikasi sindikat yang menjadi pemasok narkoba tersebut berada di Penang-Malaysia, bernama CDR.

“Kepada para tersangka di kenakan Pasal 114 Ayat (2) Atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tambah Irjen Pol Arman Depari. (A)

REKOMENDASI