Ormas Se-Aceh Utara Apresiasi Kinerja Polsek Tanah Luas

  • Whatsapp
Forum silaturrahmi Organisasi Masyarakat (ORMAS) se-Aceh Utara, saat menyampaikan dukungan dan apresiasi kinerja Polsek Tanah Luas dalam menyelamatkan generasi muda, di Polsek Tanah Luas, Sabtu malam (11/7/2020) (Foto/Ist)

Aceh Utara | republikaceh – Forum silaturrahmi Organisasi Masyarakat (ORMAS) se-Aceh Utara bersama ratusan kadernya, mendatangi Mapolsek Tanah Luas menyampaikan dukungan dan apresiasi kinerja Polsek Tanah Luas dalam menyelamatkan generasi muda, Sabtu malam (11/7/2020).

Tampak hadir memimpin rombongan, Ketua Tastafi Waled Sirajuddin Babussalam, sekaligus Ketua Forum.

BACA JUGA

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kapolsek Tanah Luas, Ipda Yose Rizaldi bersama jajarannya.

Perwakilan Forum Ormas, Tgk. Muda Wali yang juga Sekjen Front Pembela Islam (FPI) Aceh Utara, menyampaikan. Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kinerja Polsek Tanah Luas selama ini, dalam upaya menyelamatkan generasi muda dan menjaga Kamtibmas, di wilayah hukum kerjanya.

“Kami yang tergabung dari 32 Ormas yang ada di Aceh Utara, mendukung dan mengapresiasi kepada Kapolsek Tanah Luas yang sudah menjalankan Kamtibmas, untuk menyelamatkan generasi, yang seiring langkah, seayun bahu sama-sama dengan Ormas se-Aceh Utara dalam menyelamatkan generasi” Ujarnya.

Dirinya berterima kasih kepada Kapolsek Tanah Luas yang telah berjuang menyelamatkan generasi yang seiring dengan Ulama dan Ormas se-Aceh Utara.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, melalui Kapolsek Tanah Luas, Ipda Yose Rizaldi mengatakan. Kedatangan Forum Ormas tersebut, merupakan suatu kehormatan ataupun penghormatan.

“Kita melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan generasi bangsa ataupun penerus Aceh, karena selama ini kita melihat sebagian dari mereka sudah agak jauh dari pendidikan agama dan disibukkan dengan hal tidak penting pada layanan wifi,” Ujar Polsek.

Ia berharap, semoga kedepan generasi muda dapat mematuhi aturan-aturan tentang keagamaan dan lebih fokus dalam menuntut ilmu agama.

“Pemuda-pemudi ini merupakan generasi penerus bangsa, atau tokoh agama untuk ke depan, khususnya di Aceh Utara dan Aceh pada umumnya,” ungkapnya.

Untuk itu, Lanjut Yose, pihaknya akan mengupayakan para remaja bisa sadar, dan mematuhi qanun yang telah dibuat di Gampong/desa.

“Minimal setelah melaksanakan shalat magrib, mereka mengikuti pengajian hingga usai shalat isya. setelah isya, mereka baru diperbolehkan melakukan kegiatan lain di luar, tapi batas waktu kita berikan paling telat sampai pukul 23.00 WIB untuk kalangan pelajar.” Tutup Yose Rizaldi. (Zaman Huri)

REKOMENDASI